January 15, 2013

Doa Untuk Yang Mencintaiku


Tuhan, malam ini aku bedoa padaMu berbeda dari biasanya. Jika biasanya aku meminta padaMu seseorang yang mencintaiku apa adanya, kali ini sebaliknya. Semoga di luar sana tidak ada lelaki yang sangat mencintaiku, tetapi aku tidak mencintainya. Semoga aku hanya dicintai oleh lekaki yang kelak akan kucintai dan menjadi pendamping hidupku.

Tuhan, aku tahu rasanya mencintai dan tidak dicintai kembali. Sakit. Dan aku tidak ingin menjadi penyebab orang kesakitan seperti itu. Aku tidak mau hal-hal kecil yang kulakukan menjadi penyebab dia sakit, padahal aku tidak pernah bermaksut seperti itu. Hal-hal kecil yang kulakukan disalahartikan dan menjadi penyebab dia menderita. Apapun alasannya mencintai seseorang dan tidak dicintai kembali itu menyakitkan.

Tuhan, jika di luar sana memang ada seseorang yang mencintaiku, semoga dia tidak harus menderita. Semoga dia tidak selalu mensalah artikan setiap tindakanku. Semoga Engkau melindungiku dari tindakan-tindakan kecil yang bisa membuatnya terluka.

Tuhan, jika sampai kapanpun aku tidak bisa mencintainya dia yang mencintaiku, maka hentikanlah perasaannya. Pertemukanlah dia dengan jodoh yang mencintai dia apa adanya, jodoh yang mencintainya sebesar dia mencintaiku.

Tuhan aku hanya meminta satu lelaki yang mencintaiku dan aku pun mencintainya. Aku tidak membutuhkan banyak lelaki yang mencintaiku, tetapi aku tidak mencintai mereka, hanya untuk membuatku merasa layak dicintai. Aku hanya butuh dicintai oleh lelaki yang akan kucintai.

Tuhan, aku tahu Engkau Maha Agung, Engkau Maha Kuasa, Engkau Maha Pemberi yang Terbaik, maka kabulkanlah doaku, jangan buat orang-orang yang mencintaiku menderita.

(Doa untuk semua lelaki ataupun perempuan yang mencintaiku)
Ditulis saat kegaluan melanda dan tiba-tiba sangat berempati pada mereka yang mencintaiku tetapi tidak kucintai. Semoga aku tidak menimbulkan penderitaan pada mereka yang mencintaiku. Kudoakan mereka karena saya percaya apapun doa kita kepada orang lain, akan kembali ke kita ^^

January 12, 2013

Tips Ngawul Ala Ratu Awul Nomer 2


Ini dia tips ngawul dariku. Sebagai ratu awul nomer dua saya merasa punya kewajiban untuk membagi resep ini kepada pemirsah semuanya. Plis cekidot:

Persiapan pertama, kamu harus menyiapkan mental sejak dari rumah. Sebab menemukan awul-awul yang oke itu benar-benar tidak mudah. Terutama jika kamu mengejar harga yang murah dengan kualitas prima (perasaan pernah baca kalimat ini -___-). Kamu harus rela berlama-lama ditumpukan baju yang nggak wangi, demi menemukan baju yang sesuai di hati. Yah mirip-mirip mencari jodohlah, kadang kamu harus menunggu lama demi mendapatkan orang yang tepat. Oke salah focus, mari kembali ke tips ngawul. Demi menemukan baju yang oke dengan harga murah, kamu harus rela ngawul-ngawul (memberantak-berantakkan *opojal* itulah kenapa kegiatan ini disebut sebagai awul-awul karena bentuknya yang amburadul) satu per satu baju di antara tumpukan baju yang menggunung. Kalo kamu beruntung dalam waktu 15 menit kamu sudah bisa menemukan baju yang oke dan pas di hati, tapi kalo nggak beruntung, kamu harus mengitari si pasar dan berputar-putar sampe 2 jam. Well itu bukan hal yang mudah, dan sangat menguras emosi, kadang keinginan untuk putus asa sangat menggoda, tapi ketika kamu sudah menemukannya, wolla.. kebahagiaan tiada tara. Apalagi jika hasilnya memuaskan dan mendapat pujian seperti ini “keren bhangeet mbhaak, beli dimanaa?” (mohon dibaca anak alay jaman 2011 ala fitri tropika)

Selain harus super sabar kalian juga haru menyiapkan mental untuk tak punya malu. Sapa tahu di sana kamu ketemu temen SMA atau gebetan jaman jebot dan ketahuan suka beli awul-awul. Kalo aku sih sudah enggak malu, dan mulai tertarik dengan kegiatan ini mungkin setelah lulus kuliah. Lagian apa sih, mode itu? Itu kan hanya hiperelitas yang diciptakan oleh para kapitalis. Kesadaran palsu yang dicekokkan pada kita setiap hari sampai kita tak sadar terjebak dalam permainan mereka. (tolong ya yang terkhir itu jangan dibaca, itu hanya pembenaran pada tindakan saya, supaya terlihat keren dengan ide anti kapitalis :p)

Selain persiapan mental untuk mudah marah, putus asa dan malu, kalian juga harus persiapan mental untuk terkenal, karena siapa tahu ketika kamu sedang ngawul kamu bertemu dengan wartawan TV dan ter-shoot saat mereka sedang meliput tentang awul-awul. Eits jangan salah, temanku, si ratu awul nomer satu mengalaminya. Cek this video:

(karena beberapa kendala teknis, vidio belum bisa ditayangkan. harap maklum :p) 

 Tips kedua, pakailah sleyer. Kamu nggak tahu berapa lama kamu ada di situ. Berada di tumpukan baju-baju yang kotor kurang bersih, bisa membuatmu bersin-bersin. Nggak lucu kan kalo habis dari tempat ini kamu flu, atau malah pingsan gara-gara nggak tahan sama baunya. Oke kalo yang terakhir itu lebay, kecuali kamu jenis orang yang super duper manja, nggak punya perjuangan sedikitpun pada hidup, mungkin pingsan saat ngawul bisa terjadi. Malang melintang di dunia perawul-awulan aku belum pernah pengen pingsan atau muntah, kecuali ada pelanggan yang bau. Oiya, tips kedua ini selain bisa buat tutup hidung, juga bisa sebagai tutup muka, sapa tahu kamu malu tak sengaja ketemu teman di sana :p

Mengacu pada tips paragraph pertama (opo jal?) bahwa menemukan baju yang well itu butuh perjuangan ekstra, maka sampailah pada tips ketiga. Harusnya sih tips pertama tapi aku lupa. Selain mempersiapkan mental untuk tidak gampang menyerah sebelum menemukan yang pas di hati, kalian juga harus mempersiapkan fisik terlebih dahulu. Kalo perlu kalian harus push up, sit up dan lari mengitari lapangan selama sebulan penuh sebelum ngawul-awul. Oke, ini lebai. Tapi kalian memang harus mempersiapkan fisik terlebih dahulu, maksutnya perut kalian harus terisi sebelum berangkat, jangan sampe perut kalian dalam keadaan kosong. Sebelum ke awul-awul mampirlah beli bakso terlebih dahulu, supaya acara awul-awul lebih menyenangkan dan lebih bertenaga. Ingat, selain ngawul-awul ini menguras emosi (terutama kalo nggak segera nemu) kegiatan ini juga sangat menguras tenaga (dan kalo tetap tidak segera nemu bajunya). Jangan sampai seperti aku dan ratu awul pertama beberapa hari yang lalu, karena lupa makan sampai kehabisan tenaga dan terkena endemic busung lapar (opo meneh iki?).

Nah selain tiga tips di atas ada pantangan yang nggak boleh banget dilakukan oleh awulers sejati. Jika kamu mengaku awulers sejati jangan pernah melakukannya. Ini adalah pantangan dan prinsip yang harus kamu patuhi, nggak boleh dilanggar, atau gelar kamu akan dicopot oleh komunitas awulers (sumpeh najong  -_________-“)

Pantanganannya adalah: jangan pernah beli baju awul-awul yang oleh penjualnya sudah ditaruh di gantungan atas ,atau membeli baju awul di online shop. Sebab harganya mahal, sudah seperti harga di toko, nggak ada pengiritannya sama sekali. Ngapain kamu beli di awul-awul kalo harganya sama kayak di toko? Mending beli baju baru saja. Tapi kalo kamu sungguh sangat menginginkan baju yang ada digantungan, jangan sungkan-sungkan untuk menawar. Jangan asal iya aja sama penjualnya.

Tapi sebagai awlers sejati pesanku tetap >> jangan beli di gantungan & online shop, karena kamu akan kehilangan esensi dari belaja awul-awul. Kebahagaian belanja awul-awul itu terletak pada “capek berputar-putar selama berjam-jam, akhirnya menemukan yang dicari dengan harga super duper ekonomis”. Ibarat orang naik gunung, capek seharian naik gunung, akhirnya terbayar dengan pemandangan yang super-duper kece. Hilang sudah capeknya, hilang sudah dahaganya, hilang sudah laparnya. Semua terbayar dengan mendapatkan jackpot alias baju baru atau baju lama kualitas baru dengan harga yang super duper murah. Seperti aku nih, punya jaket seharga 20rb tetapi dikira ratusan ribu, punya sweeter seharga 5rb tapi masih baru, dan dikira beli di mall

Sebagai awul-awulers sejati kamu juga harus punya idealism seperti itu dan harus dipegang teguh. Kalo enggak, kamu nggak ada beda dengan para maller (dari kata mall), butikers (dari kata butik) dan juga distroers (dari kata distro).

(ngawulers beraksi)


Sekian tips dari saya. Salam awulers!!

Kapan kamu sehat lagi?



Kapan kamu sehat lagi?
Sehari kamu sakit, aku sudah merindukanmu
Aku sudah kelimpungan tanpamu
Kapan kamu menemaniku lagi?
Aku merindukanmu seperti sahabat
Kita selalu bersama, aku tak bisa tanpamu barang seharipun


Kapan kamu hidup lagi?
Aku mencintaimu sebanyak uang yang kukeluarkan untukmu
Aku membutuhkanmu layaknya handphone yg selalu kubawa -___-



Di sabtu yang galau karena BB error sejak Jum’at

January 9, 2013

When the Sintingest Come


Ini adalah cerita konyol yang terjadi beberapa hari yang lalu. Sebenernya bukan cerita konyol sih, tapi cerita menjengkelkan berbaur kekonyolan. Berawal dari sebuah kejadian menyebalkan beberapa hari yang lalu, ketika salah satu teman kerja saya mengajak saya bicara tapi saya malah asyik menggunakan headset. Sebenarnya teman-teman yang lain sudah menyarankan supaya dia menggunakan YM untuk berkomunikasi denganku, tapi saran teman-temanku ini tidak diindahkan olehnya. Alih-alih menggunakan YM dia justru melempariku dengan biji salak. Kaget dengan suara biji salak yang mengenai meja aku latah beritighfat, tetapi mengetahui kejadian itu disengaja, kontan aku mengatainya “kampret”. Saya nggak yakin si ibu ini mendengarnya, karena waktu saya menanyakan apakah teman-teman mendengar saya mengumpat, semuanya mengatakan tidak. Tapi meskipun begitu, sumpah saya menyesal sudah mengatakannya.

Baru kali saya mengumpat “Kampret” dan saya tujukan pada orang yang saya kenal. Saya memang biasa mengatakan itu tapi biasanya dalam konteks bercanda atau ketika sedang mengumpat untuk hal-hal yang tidak penting atau orang yang tidak saya kenal.

Ya akhir-akhir ini emosiku memang suka naik turun nggak jelas. Beberapa bulan terakhir sudah berapa orang yang saya marahi, dan saya ambegi gara-gara emosi tidak menentu. Meskipun untuk kasus yang terakhir, teman-temanku mengatakan wajar kalo saya mengatainya “kampret” sebab dia sendiri telah bertindak kurang ajar ada saya. But hey, meskipun dia salah, tak seharusnya juga saya lepas control.

Sumpah saya menyesal pernah mengatainya “kampret”. Mungkin penyesalaannya bukan karena saya telah mengatainya itu, tetapi lebih kepada kenapa saya bisa lepas control. Bagi orang yang hanya mengenal saya dari luarnya, mungkin menganggap saya biasa mengatakan hal-hal jorok pada orang-orang, tapi saya sama sekali tidak pernah melakukannya, kecuali sekali itu. Dan itu pun sungguh saya sesali. (Eh kalo diinget-inget pernah deng, mengatai orang “kampret” but I don’t regret that, coz he deserve to get that :p)

Merasa sangat menyesal dan merasa bersalah, saya pun meluapkan emsoi dengan membuat tweet “apakah di jogja ada les menejemen emsoi? Serius” dengan mention jogjaupdate. Ya, saya bilang emosi, sebab beberapa menit kemudan saya sudah lupa sudah membuat tweet itu. Entah jogjaupdate sedang tidak ada kerjaaan atau sedang sepi mention, tweet saya yang akhir-akhir ini tidak pernah di retweet, ini tumben-tumbenan diretweet. Mungkin adminnya sedang ingin membuatku jengkel waktu itu. Dan berhasil, selamat untuk admin jogjaupdate yang bikin saya senwen waktu itu.



Ya, waktu tweetku diretweet, saya udah sedkit lupa saya punya permasalahan itu. Banyak yang menanggapi, tapi kebanyakan orang yang menanggapi, sepertinya menganggap saya sinting.













Dan ditengah-tengak kekonyolan itulah saya melakukan tidakan yang super-duper konyol. Saya menghubungi seseorang yang katanya adalah dosen menajemen emosi di salah satu universitas. Beliau menyarankan saya untuk menghubungi dia melalui DM. dan saya pun melakukannya. Dan bodohnya, kenapa saya menceritakan tindakan-tidankan konyol saya waktu itu, termasuk tindakan-tindakan emsional saya akhir-akhir ini. 

Dan apakah solusisnya? Menurutku nothing. Dia pintar berteori menurutku, tapi sepi praktek. Daia bisa menjelaskan secara mendetail teorinya, tapi tidak untuk dicermati oleh akal saya yang dudul. Tapi yang lebih saya sesali adalah tindakn saya yang cuhat pada orang yan g tidak dikenal.

Sekian dan terimakasih, jangan tiru tindakan konyol saya.

December 29, 2012

Ketika...


Ketika kamu melihatku lebih sering bekerja dari pada menikmati waktu luang, mungkin saatnya kamu menanyakan “kenapa?”

Ketika kamu sulit menemuiku, karena aku sibuk menenggelamkan diri dengan kegiatan luar, dukunglah, mungkin aku sedang mengalihkan perhatian.

Ketika aku lebih sering mengajak keluar dari pada santai di kos, ikutilah. Mungkin aku sedang ingin membuang pikiran aneh yang sering bekejaran di kepalaku.

Ketika aku mulai banyak nonton film dan tenggelam di kamar, mungkin saatnya kamu mengetuk kamarku, dan menyediakan bahumu sebagai tempatku menangis.

Ketika aku lebih sering tinggal di rumah daripada di kos, mungkin aku sedang mencari tempat ternyaman. Di samping ibuku.

Ketika aku mulai diam tak bercerita apapun, maklumilah, bukan berarti aku marah, hanya saja tidak mau berbagi kesedihan.

Ketika kamu mendengarku bernyanyi, mungkin sebenernya kamu sedang mendengarku mencurahkan isi hati

Ketika aku tertawa dan bercanda dengan yang lain, mungkin aku sedang mengusir kepedihan.

Ketika kamu melihatku tersenyum dan terlihat bahagia, tak selalu berarti begitu, hidup tak seperti apa yang terlihat.




December 19, 2012

Yang dibenci sekaligus disayang


Sebenarnya saya tidak ingin memberi nama pada benda-benda pribadi, karena saya tipe orang yang melo dramatis. Suka sedih kalo harus berpisah dengan sesuatu. Dengan memberi nama kesayangan, maka saya akan sangat terikat padanya, akibatnya saya harus menanggung sedih ketika harus berpisah dengannya. Nggak penting banget kan? Makanya saya memilih untuk menghindari pemberian nama. Tapi entah kenapa saya tergelitik untuk memberi nama pada motorku, mungkin karena kami sudah lama bersama, sejak kalo tidak salah 2006. Artinya sudah sekitar 6 tahun. Waw lama juga ya?

Saya berniat memberinya panggilan LAKITA, kepanjangannya sih leLAKI TAngguh. Kenapa namanya LAKITA, sebab dilihat dari body dia sungguh lelaki, tapi kalo dilihat dari kelakuan sepertinya dia ini perempuan, atau bisa jadi dia ini motor maho (-__-“) opo jal?? Habisnya dia suka mencari perhatian dari cowok-cowok di kantor. Dia pernah nggak mau mati, padahal jelas-jelas posisi kunci sudah off. Pernah juga si lakita ini remnya ngadat, jadi dia selalu ngerem, kalo orang-orang kantor memindahkannya, mereka harus mendorongnya bareng-bareng. Dan itu nggak ringan, BERAAATTT BHAANGEEETTT. Dan yang terakhir dia mencari perhatian dengan nggak mau hidup, malam-malam hujan pulaaa. Jadi orang-orang kantor harus membongkarnya dan mengupayakannya supaya mau hidup dan bisa mengantarku pulang ke kos. Tapi melihat gelagatnya yang nggak hidup juga akhirnya saya memutuskan untuk pulang dengan meminjam motornya temenku.

Ini nih foto-foto saat si Lakita beraksi dengan ngambegnya.




Hari ini pun dia berulah, dia tidak mau dislah. Dia mogok nggak mau jalan. Nyebelin banget kan? Perut sudah sangat keroncongan, dia malah nggak mau hidup (-_____- “) pokoknya not well bangetlah. Dan karena kejengkelanku itulah, saya semakin yakin memanggilnya LAKITA, motor maho suka cari perhatian. Wkkwkwkw…
 

November 20, 2012

Something Stupid

Something stupid adalah ketika melihat akun sebelah dan tiba-tiba galau
Something stupid adalah lihat web tetangga dan tiba-tiba jiper
Something stupid adalah nggak pede, karena sesuatu yang sama sekali nggak penting.

Karena sedang something stupid, maka saya nyampah di blog saja. Menghabiskan waktu lihat-lihat blog tetangga. Sapa tahu bisa mengembalikan semangat ke ubun-ubun.

Aaaggghhrr, kalau ada yang jual Pede aku borong deh -_____-

Sedang butuh pukpuk, makan enak semacam nanamia, atau eskrim saja yang murah. Sambil ngilang di belantara kerumunan orang. Ngeliatin orang pacaran, ngeliatin orang seliweran.

Hufhufhuf.. Post Maha Penting