December 10, 2013

Menjenguk Baby Aina Fadila Haryanto










Yang ini aku ambil di ring road sebelum berangkat.


Ahad tanggal 1 Desember yang lalu aku menjenguk anak pertama temanku di JIH. Karena rumah sakitnya yang kece aku nggak tahan buat nggak jepret-jepret. Bahkan aku sempat narsis-narsisan sama temanku. Wkkwkwkw.. Dasar Embak-Embak sinting.

Sepertinya di JIH itu recommended buat lahiran, atau untuk periksa anak, aku nggak tahu pasti yang jelas saat itu banyak anak-anak kecil bersliweran. Rasa gemesku pun muncul, iya akhir-akhir ini hasrat gemes pada anak-anak kecil semakin meningkat tajam. Lalu aku pun menyeletuk, 

Me: aku juga pengen punya anaaakkk *muka melas dan mupeng*
Temanku: cari bapaknya dulu Mbak *muka polos*
Me: ........ -____-


@fatkah




December 9, 2013

Sedihnya Perpisahan

Aku selalu sedih saat ada teman yang mau resign dari kantor ini, apalagi jika teman yang mau resign itu memiliki kedekatan emosional denganku. Dan kali ini pun demikian, lagi-lagi aku galau karena temanku merencanakan resign akhir tahun ini. Hiks sedih banget men

Namun masih ada untungnya juga sih kali ini, karena aku bukan orang pertama yang diberi tahu. Sangat sulit saat aku menjadi orang pertama yang dicurhati dan dikasih tahu bahwa dia mau resign, karena biasanya ada embel-embel pesan seperti ini "Jangan kasih tahu yang lain dulu yaa!" Aaaaaaaagggggghhhhhhhh, i hate that sentence, coz with that magic words i can't tell anyone. Yang ada aku galau sendiri, aku murung sendiri, aku nggak mood kerja sendiri. Aku nggak bisa curhat sama orang lain di kantor ini. Aku nggak bisa berbagi kesedihan dengan yang lain. Tapi ada bagusnya juga sih, saat teman-teman yang lain baru tahu dan mereka galau, kita sudah bisa move on. Hahahaha... Tapi kan mereka galaunya bareng-bareng, jadi beratnya sama-sama dijinjing jadi lebih ringan, lha waktu aku tahu duluan, aku jinjing galaunya sendirian jadi berat bangeeet. #Plak apaan sih Mbak?

Perpisahan memang selalu tidak menyenangkan, selalu menyesakkan, namun seperti yang dulu pernah aku bilang di posting-an ini, tidak perlu larut dalam galaunya perpisahan atau menyesali perpisahan itu, seharusnya kita bersyukur karena pernah dipertemukan. Yang lebih penting lagi adalah bagaimana kita menjaga hubungan baik setelah perpisahan itu. Toh raga masih di sini, masih bisa saling sapa dan hahahihi, masih bisa makan bareng dan ketemu karena masih satu kota juga. Pertemanan yang baik itu bukan hubungan yang baik karena berada dalam satu lingkungan atau teritori yang sama, namun justru hubungan yang terjaga baik meski jarak telah memisahkan. #Tsaaah.

Tidak perlu menahannya karena sebagai teman yang baik kita harus mendukung mimpinya, berdoa untuk setiap kebaikannya. Sukses selalu untuk kariermu Mpok, selalu mendo'akan yang berbaik untukmu. Semoga cita-citamu tercapai Mpok.






Sebuah tulisan untuk Mpok @dtinta.
From me.
@fatkah

December 8, 2013

Doa untuk Ibu


Ya Allah panjangkanlah umur ibuku.
Aku masih ingin membahagiakannya.
Aku masih ingin nyaman berada dalam pelukannya.
Aku masih ingin berlari dengan bebas dan mencari kenyamanan saat ada di sampingnya.

Ya Allah sehatkanlah ibuku.
Beri beliau umur panjang.
Supaya aku punya waktu yang panjang untuk membahagiakannya.
Membalas semua kebaikannya yang sampai saat ini belum bisa kulakukan.

Ya Allah jadikanlah aku anak yang berbakti pada ibu.
Jadikanlah aku anak yang memahami perasaan ibuku.
Jauhkanlah aku dari perkataan yang akan menyakitinya, dari perbuatan yang bisa melukai perasaannya.

Ya Allah, berilah aku kesabaran dalam menghadapinya.
Berilah aku rasa empati kepada ibuku, sehingga aku bisa berperilaku santun dan menyenangkan untuknya.

Ya Allah, berilah hamba rasa sayang, rasa ngemong, dan rasa memahami ibu dengan lebih baik.
Ya Allah jadikan waktu kami, waktu yang berkualitas dan membahagiakan di hari ini dan sisa umur kami seterusnya.

Seorang anak
@fatkah

December 7, 2013

Celana Jeans dari Masa ke Masa

Siapa sih yang tidak tahu celana Jeans? Semua orang di dunia ini pasti tahu, atau bahkan punya celana atau pakaian berbahan Jeans di dalam almarinya paling tidak satu. Pakaian berbahan Jeans khususnya celana memang menjadi salah satu benda wajib yang harus dimiliki oleh anak muda jaman sekarang.

Saat ini celana Jeans memang identik dengan anak muda, tak heran jika orang yang sudah tua namun ingin terlihat muda sering kita lihat mengenakan celana Jeans juga.
Padahal dulunya Jeans adalah celana yang identik dengan kelas bawah, kelas buruh, karena hanya buruh tambanglah yang mengenakan celana Jeans. Bahan yang awet dan tak mudah rusak sangat disukai oleh para buruh tambang emas di California saat itu.

Asal mula celana dari bahan Jeans pun sebenarnya tanpa sebuah kesengajaan. Levi Strauss pedagang kain kelahiran Jerman ini yang dianggap memperkenalkan Jeans di negara Amerika tahun 1872. Saat Levi Strauss mengadakan perjalanan dagang ke California, dia kehabisan bahan. Satu-satunya bahan yang masih tersisa adalah kain kanvas yang digunakan sebagai tenda. Lalu ia membuat celana dengan bahan itu dan menjualnya ke para buruh tambang. Ternyata buruh tambang ini menyukai celana buatan Levi karena bahannya yang tidak mudah robek. Melihat peluang ini akhirnya Levi Strauss berjualan celana dari bahan kanvas ini. Karena mendapat banyak kritikan akan kainnya, Levi Strauss mengganti kain kanvas dengan kain berbahan Genes dari Italia, yang kemudian olehnya diubah namanya menjadi Jeans. Saat ini celana jenis ini dibuat dari bahan denim, namun orang-orang masih menyebutnya dengan sebutan Jeans.

Celana Jeans mulai melejit tahun 1930an ketika film coboy marak diproduksi di Amerika dan para tokoh coboynya mengenakan celana berbahan Jeans ini. Semua orang ingin mengenakan celana Jeans seperti tokoh dalam film coboy. Pada tahun 1960an ketika gelombang anti kemapanan menyeruak, celana Jeans pun hadir sebagai simbol anti kemapanan tersebut. Para pemuda sengaja memakai celana Jeans robek sebagai simbol perlawanan.

Jeans mulai benar-benar melejit di tahun 1980an ketika aparel ternama seperti Armani, Kelvin Klein, Vercase mulai memproduksi pakaian berbahan denim ini. Saat itu Jeans mulai diculik dan diambil alih dari simbol anti kemapanan menjadi bagian dari budaya populer itu sendiri. 

Now, Jeans is not just Levi's Jeans. Jeans milik semua merk, tidak hanya milik si Levi Strauss saja. Dan saat ini celana Jeans sepenuhnya telah menjadi bagian dari budaya populer, tidak ada sisa-sisa simbol anti kemapanan di dalamnya.

Bahkan saat ini ketika apparel ternama dunia berbondong-bondong memproduksi pakaian berukuran semakin kecil, Jeans pun hadir sebagai pengekor. Ukuran pakaian yang semakin kecil yang merupakan bentuk kesombongan dari para apparel,
jika ingin tampak bagus dengan pakaian produksi mereka maka tubuh konsumenlah yang harus menyesuaikan pakaian bukan sebaliknya, ini pun diikuti oleh merk celana Jeans kebanyakan.

Jangan heran jika semakin lama, ukuran celana Jeans kita semakin naik atau semakin besar, padahal berat badan kita tetap. Itu semua bukan karena tubuh kita yang semakin gendut, namun memang ukuran Jeans yang semakin lama semakin turun, menyesuaikan trend ukuran fashion dunia. 

Ada sejarah panjang di celana Jeans yang kita kenakan. Jeans yang semula milik para pekerja tambang emas, Jeans sebagai simbol kelas pekerja, sampai Jeans sebagai simbol anti kemapanan, yang akhirnya Jeans sepenuhnya milik budaya populer. Tapi apa sih yang pada akhirnya bukan menjadi bagian dari budaya populer? Tubuh ideal kurus kering yang saat ini digandrungi banyak orang ini pun dulunya bentuk tubuh yang merupakan simbol anti kemapanan sama seperti Jeans, namun saat ini bentuk tubuh ini pun menjadi bagian dari budaya populer.
Gamar aku ambil dari sini

Posting-an ini ditulis sebagai tugas pena merah, semoga cukup feature. Hehehe ('▿^)♉

@fatkah

December 6, 2013

Dua Pengantin Laki-Laki

Sebagai perempuan yang dibesarkan di lingkungan dan budaya heteroseksual yang sangat kuat, sangat aneh bagiku membayangkan ada dua orang berjenis kelamin sama-sama lelaki menikah. Karena di agama Islam homoseksual benar-benar dilarang, maka ketika ada yang bilang atau menulis "pernikahan lelaki homoseksual" maka yang terbayang adalah dua orang lelaki yang menikah di depan altar di depan pastur yang menikahkan mereka. Oooh bayangan itu sungguh susah sekali untuk aku ciptakan di kepala. Aaakkk!!! Dan setelah melihat foto pengantin dua lelaki homoseksual, aku pun merasa mereka aneh. 

Sori banget nih, aku bukannya menganggap mereka hina, buruk, atau jelak ya? Aku tidak mau mencampuri urusan orientasi seksual seseorang. Aku hanya susah membayangkannya saja, dua orang lelaki berdiri berdua di depan altar pernikahan. Selain itu dalam kepalaku ini pengantin means seorang perempuan. Pengantin means ada 2 orang, kalau yang satu perempuan artinya ada satu lagi yang seharusnya lelaki.

Foto aku ambil dari sini
@fatkah

December 3, 2013

Aku Tahu


Aku tau bagaimana rasanya ditinggal pergi oleh orang yang kita sayangi.
Sedih? Lebih dari itu, lebih dari semua rasa sedih yang pernah dialami.
Seperti terlempar dari pusaran waktu, seperti tak mendiami dunia ini. Yang ada hanya waktu sebelum orang yang kita sayangi pergi dan waktu setelah orang yang kita sayangi pergi.
Setelah beberapa lama, sedih itu pun masih sama tak berkurang sedikitpun, hanya terkadang terlupakan karena waktu dan kesibukan. Namun rasa sayang itu masih sama, kehilangan itu pun masih sama. Yang ada hanya pasrah dan menerima keadaan, meskipun rindu itu tak pernah terobati.
Namun penyesalan itu masih sama, belum bisa membahagian Beliau dengan sepenuhnya.

Ditulis saat seorang teman ditinggal ibunya untuk selamannya.

Ditulis oleh seorang yang kehilangan Bapak.
@fatkah

December 1, 2013

Susu itu Sehat, Yakin?


Nonton 360 di Metro TV yang sedang membahas susu kemasan, fakta bahwa sebenarnya manusia tidak membutuhkan susu seperti yang diiklankan oleh sufor kebanyakan. W.O.W. Sebenarnya aku sudah pernah mendengar ini sebelumnya bahwa manusia membutuhkan susu hanya seperti yang disunnahkan rasul yakni di bawah umur 2 tahun. Sapi menghasilkan susu, tapi itu adalah hak anak sapi, dan tidak untuk anak manusia.

Sekian puluh tahun kita yakin bahwa susu itu penting dan sangat dibutuhkan untuk tubuh. Bahkan sewaktu kecil aku sangat bangga ketika bisa angkat tangan ketika guruku bertanya "siapa yang pagi ini minum susu?" That such a kind of "yess aku lebih sehat dari anak lain". Bahkan ketika kuliah ketika perekonomian keluargaku nggak memungkinkanku mengkonsumsi susu tiap hari, aku sangat iri sama temanku yang selalu menyertakan susu dalam belanja bulanannya. Hahahaha.. Bodoh memang, kita telah dicekoki oleh sebuah mitos empat sehat lima sempurna selama puluhan tahun. Yang lebih mencengangkan lagi adalah kita begitu mengangung-agungkan itu, menjadikannya semacam gaya hidup, menjadikannya semacam patokan standar kemakmuran, padahal semua itu hanya hasil cekokan para pemegang saham industri susu. Yess that's the power of capitalism.

Semua adalah mitos yang selalu didengung-dengungkan oleh industri susu. Iya, kita semua memang korban kapitalisme.

Tahukah kamu bahwa hanya Indonesia, negara yang menyediakan susu untuk ibu hamil, susu remaja, susu anak, susu laki-laki, susu perempuan, dan juga susu ibu menyusui untuk konsumennya? Bahkan di negara Amerika, asal mitos lima sehat empat sempurna yang kita tiru itu hanya memiliki 1 jenis susu saja. Susu itu bisa dikonsumsi oleh siapapun, remaja, anak, orang tua, perempaun laki-laki, banci dan semuanya. Dan saking banyaknya peminat terhadap susu, di Indonesia dibuat susu bubuk, which is worst than susu cair.

Kita memang membutuhkan kalsium, tapi susu bukan sumber kalsium satu-satunya. Selain itu kalsium yang terkandung dalam susu bubuk yang sering kita konsumsi tidak menyebar ke tulang, kalsium itu justru mengendap dalam usus kita. Tidak banyak yang tahu juga bahwa susu hanya bisa di masak di bawah suhu 40 derajat celsius. Di atas itu kandungan zat gizi susu hilang. Dan tahukah kamu bahwa untuk membuat susu bubuk, susu murni dipanaskan dalam suku sekitar 200 derajat celcius?

Nah, masih berpikir bahwa susu itu sehat? Fufufufu.. (Copas dari iklan 3), Think again! :p

Ditulis entah kapan, baru sempat diposting 1 Desember 2013