July 14, 2019

Ternyata Aku Masih Bisa Bahagia

Beberapa tahun ini aku terlalu focus sama hal hal yang kurang menyenangkan dalam hidupku, jadinya aku merasa hidupku nggak menyenangkan, nggak membahagiakan. Aku merasa menjadi manusia yang menderita dan sengsara. Ternyata hidupku masih menyenangkan kok, setelah aku sibuk dengan hal-hal yang membuatku bahagia.

Hal yang membuat bahagia itu ternyata nggak harus bersumber dari satu atau dua hal yang besar. Misal memiliki karier yang bagus, punya teman yang asyik, punya pasangan hidup, dsb. Kadang kita (mungkin cuma aku aja sih) terlalu sibuk sama kekurangan yang kita miliki, pada hal-hal yang belum berhasil kita capai, pada perbedaan antara ekspektasi dan realita.

Karena telalu sibuk dengan semua itu, kita jadi lupa bahwa kita memiliki hal-hal lain yang juga membuat kita bahagia. Hal-hal sederhana, kecil dan nggak terlalu terlihat, yang jika kita kumpulkan jadi besar dan membuat kita sangat bahagia, membuat kita merasa bahwa kita juga istimewa. Mengingatkan kita bahwa kita juga memiliki hidup yang menyenangkan.

Apa sih yang membuatku bahagia akhir-akhir ini?

1. Menyiapkan bekal makanan
2. Olahraga (tentang nomer 1 dan 2 sudah pernah kubahas di sini)

3. Memiliki blog ini dan kenyataan bahwa aku bisa menulis. Walau masih harus banyak belajar, tapi nggak semua orang mau dan mampu menulis. Sejak nonton Drama Romance is a Bonus Book aku berniat untuk menulis lagi (review drama bisa kamu baca di sini). Dan aku juga baru teringat kalau menulis itu membuatku bahagia setelah nonton drama itu dan setelah aku berusaha menulis lagi. Insya Allah aku akan konsisten menulis walau isinya hanya curhatan nggak penting, tapi aku akan berusaha konsisten. Aku juga berencana membuat wattpad. Semoga segera. Sebenernya sudah punya tapi kuabaikan.

4. Memiliki akun publik di instagram yang memposting OOTD dan memiliki followers 2922. Keren kan? Sebentar lagi akan mencapai 3000 followers. Ini sungguh membuatku bahagia, karena nggak semua orang mampu konsisten mengelola sebuah akun publik. Dan ini aku membangunnya dari 0, benar benar dari nol. Oke, angka 3000 memang masih kecil, tapi aku yakin suatu saat akan 10.000 bahkan 100.000. Insya Allah doakan ya man teman. Dari akun kecil ini, aku akan membuat channel youtube yang membahas tentang OOTD juga. Tapi nanti, semoga bisa segera.

Kenapa sih aku baru menyadari hal hal yang membuatku bahagia ini akhir akhir ini? Karena aku mengikuti suatu komunitas -yang nggak mungkun kusebutkan di sini-. Di komunitas ini semua orang harus memperlihatkan keistimewaannya biar telihat menarik dan juga unik dibanding yg lain. Dan setelah melihat yang lain, ternyata nggak banyak yang memiliki keistimewaan seperti aku. Di situlah aku merasa aku beda, unik, dan istimewa. Dan menyadari hal itu aku merasa bahagia. Nggak papa ya agak sombong dikit? Tapi menyadari diri ini istimewa itu membuatku bahagia dan membuatku bisa lebih menghargai diri sendiri.

July 12, 2019

Tulisanku Yang Dulu

Temanku pernah bilang kalau tulisanku itu nggak diriku apa adanya. Katanya aku berusaha menjadi orang lain. Saat itu aku nggak ngerti apa maksud dia. Saat ini ketika kubaca ulang tulisan-tulisanku yang dulu, mungkin temanku ada benarnya. Untuk beberapa tulisan aku berusaha terlihat lucu dan menyenangkan. Sepertinya aku mau meniru blog-blog hits pada jaman itu. 

Menurutku, beberapa tulisan tetap terlihat diriku, tapi untuk beberapa yang lain terlihat kacau dan serasa dibuat-buat. Tapi gpp, daripada nggak pernah nulis sama sekali kan? Hehehehe...

Nah buat kamu yang mau kasih pendapat tentang tulisan-tulisanku, drop comments below!

July 7, 2019

Dulu Biasa, Sekarang Istimewa

Dulu bertemu mereka itu terasa biasa. Sekarang bertemu mereka itu luar biasa. Luar biasa susahnya sama luar biasa nyenenginnya. Siusiah banget ketemunya, kalau bukan karena ada manten, jagong bayi, lebaran, dsb kami gak bakalan kumpul bareng begini 😂😂



Dulu tiap hari ketemu, memang selalu menyenangkan, tapi kupikir itu biasa saja. Seperti biasanya hal menyenangkan yang akan selalu kutemui di mana pun. Setelah resign dan bekerja sendiri, ternyata menemukan sesuatu yang menyenangkan seperti mereka itu nggak mudah bahkan bisa dibilang susah. Setelah kami tidak bekerja di tempat yang sama lagi, mereka jadi terasa istimewa.

July 6, 2019

Ternyata Aku Menyukai Ini

Aku tidak ingat apa yang menyadarkanku pada kenyataan ini. Ternyata menyiapkan bekal makan siang membuatku bahagia. Mungkin karena terlihat sangat drama korea? Mungkin juga. Tapi kayaknya bukan karena itu, mungkin menjadi salah satu alasannya, tapi bukan itu satu-satunya alasan. Apalagi kalau aku bisa menyiapkan makanan yang menurutku sehat dan bisa makan sesuai planning yang sudah kurencanakan, aku akan sangat bahagia.

Jadi sejak aku berusaha menurunkan berat badan aku selalu membawa makan siang sendiri saat ke rumah kakakku (untuk nyari wifi gratisan dan biar ada teman kerja). Dengan membawa makanan sendiri, aku bisa mengontrol berapa kalori yang masuk ke dalam tubuh. Kayaknya itu yang bikin aku bahagia the fact that i can control myself. 

Dan baru kusadari juga bahwa olahraga membuatku bahagia. Kayaknya sok-sokan banget ya? Tapi serius aku nggak mengada-ada, dan aku baru menyadarinya hari ini. Bahagianya karena aku bisa mengalahkan rasa malas. Rasanya benar-benar puas saat bisa mengenyahkan rasa malas itu. Aku juga jadi membenci diriku sendiri ketika nggak bisa mengalahkan rasa malas. Bisa bete sepanjang hari, merasa jadi manusia nggak becus.

Jadi dua hal ini akan selalu kulakukan biar hidupku dipenuhi dengan hal-hal yang membahagiakan

February 6, 2018

Ketidakmampuan Teman

Ternyata ketidakmampuan seorang teman memahamiku cukup mengecewakanku. Bahkan ketika kami sudah berteman cukup lama (eh maaf curhat malam malam).

Tapi yang sangat kusyukuri adalah masih jauh lebih banyak teman yang memahamiku, daripada yang tidak. Karena katanya teman yang baik itu bisa mendengar tanpa kita bicara. Dan merasakan tanpa perlu penjelasan. Pernah denger sih katanya begitu. Tapi serius kejadian ini juga menyadarkanku bahwa masih jauh lebih banyak teman yang memahamiku bahkan ketika aku gak banyak "menjelaskan" siapa diriku. How lucky I am to having you all.

Maaph curhat. Hahahah

July 19, 2017

Genggam Tanganku

Hallo calon suami.

Lihatlah tanganku yang seksi, tak inginkah kau menggenggam tanganku dengan nyaman tanpa takut dosa. Maka cepatlah kemarin, temukan aku dan mari kita menikah


*ya Allah ini apaan sih, isi blog nya

May 8, 2017

PEMBICARAAN ORANG TUA

Beberapa kali nganterin ibukku untuk terapi. Di sana banyak orang-orang yang sudah sepuh yang terapi juga. Biasanya mereka Kenalan satu sana lain, menanyakan tempat tinggal, lalu kalau ada temannya yang tinggal di sekitar Kenalan baru nya maka akan ditanyakan ke Kenalan baru nya itu..

Contoh pembicaraannya seperti ini

A: dari mana pak/buk?
B: dari Lendah, Kulonprogo
A: Lendah nya mana?
B: Ngentakrejo
A: oohhh saya ada itu Kenalan di Ngentakrejo namanya pak C dulu teman sekolah, bu D dulu tetangga saya, mbak E (dst)
B: oh Iya pak c itu yang rumahnya dekat pasar ya?

Yang agak mengusik perhatian adalah pembicaraan lanjutan ketika yang ngobrol adalah orang-orang sepuh. Kalau orang seumuranku kita mungkin pembicaraan selanjutnya adalah seperti ini

A: Benar. Dia anaknya sudah berapa?

Atau

A: benar. Kerja di mana dia sekarang?

Nah kalau orang-orang sepuh yang berbincang biasanya seperti ini

A: benar. Apa dia masih ada (hidup)?

Nggak Cuma sekali dua aku mendengarnya, tapi beberapa kali. Selain apakah masih hidup, kadang mereka juga membicarakan tentang kesehatan. Misalnya "masih sehat dia?" biasanya jawabnya ada yang sudah stroke, sudah sekeng (nggak bisa ke mana-mana) dsb.

Kalau mendengar kayak gini jadi bersyukur. Alhamdulilah aku masih muda. Alangkah baiknya kalau bisa memanfaatkan kesehatan dan juga kehidupan yang masih dianugerahkan kepada ku. Sayangnya aku sering lupa dan menyia-nyiakannya.

Ya Allah. Maaphkan sayaaaa...