May 21, 2022

Perasaan...



Perasaan tulisan orang lain itu temanya dewasa dan informatif. Kok blogku tulisannya nggak dewasa dan curhat sekali? Walau kadang minder, tapi nggak papa, toh aku menulis untuk diriku sendiri, semacam surat untuk diriku di masa depan. Buat yang rajin memantau blogku, terima kasih banyak dan semoga kamu bahagia



April 5, 2022

Resign: Memilih Kerja di Rumah


Pagi ini aku membaca buku Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat yang ditulis oleh Mark Manson. Di dalam buku ini Manson sedikit bercerita alasan kenapa dia memilih berwiraswasta dibanding menjadi pekerja kantoran. Alasannya adalah karena dia tidak suka disuruh-suruh. Lalu aku teringat banyak orang yang ingin mejadi wiraswastawan karena alasan ini. Banyak sekali. Kok tau? Karena alasan berwiraswasta sering ditanyakan oleh motivator bisnis dan jawaban seperti itu sering banget muncul. 


Lalu aku bertanya-tanya dan mengingat-ingat, apakah ini jadi alasanku juga? Ternyata tidak. Aku tidak pernah merasa terbebani atau benci ketika disuruh-suruh jika itu urusannya dengan pekerjaan. Aku benci disuruh-suruh tapi untuk urusan lain. Lalu kenapa aku memilih untuk bekerja di rumah dibandingkan menjadi pekerja kantoran?



Aku adalah pecinta film, sejak aku kecil. Dulu ketika aku bercita-cita sebagai mbak-mbak kantoran aku selalu membayangkan jadi mbak-mbak kantoran seperti di film-film. Kayaknya asyik banget. Begitu juga dengan nongkrong habis pulang kantor bareng temen kantor. Terlihat menyenangkan dan sangat film. Tapi herannya aku nggak pernah bercita-cita jadi PNS karena nggak ada film yang menggambarkan PNS itu seru dan asyiik (yang bagiku saat ini sangat aneh karena aku pernah mengalami inverior komplek karena ini). Memang begitulah aku, dramatical sekali. Wkwkwkw... Lalu kenapa akhirnya aku memutuskan bekerja di rumah? Sejujurnya nggak ada alasan yang terlalu jelas, tapi aku mau flashback (flesbeekkk cuyyy) ke saat aku akhirnya memutuskan resign. 



Di suatu pagi yang teramat cerah saat aku berangkat kerja, saat itu aku sudah sangat jenuh dengan statusku sebagai pekerja kantoran, lalu aku bertanya pada diri sendiri "ini mau sampai kapan begini? naik motor ke kantor pulang pergi, lalu duduk di kantor dari pagi hingga sore dengan gaji yang sebegitu-begitu saja. Mau sampai kapan? Apakah aku bisa melakukan ini 5 tahun lagi, 10 tahun lagi, 15 tahun, 20 tahun atau sampai sisa hidupku? Ini aku masih single besok kalau punya anak masak iya mau ditinggal-tinggal terus? Terus kalau gajiku segini-gini aja kapan aku beli tanah impianku? Kapan aku kaya raya?" Karena jawabannya tidak, aku tidak bisa melakukannya 10 tahun lagi maupun di sisa hidupku, dan karena menjadi mbak-mbak kantoran sepertinya tidak akan bisa membuatku membeli tanah impian, jadi aku berpikir resign adalah hal terbaik. Selain karena alasan boyok yang sudah mulai tidak bersahabat. Waktu itu setiap pulang kerja aku salalu kesakitan di bagian tulang belakang.



Lalu lagi-lagi aku membayangkan mbak-mbak yang kerja di mana saja, di mall, di cafe dengan sangat aestetic kayaknya sangat menyenangkan. Menyenangkan dan film sekali (wkwkwk). Belum lagi membayangkan memiliki waktu yang fleksibel, bisa main ke cafe atau mall kapan saja tanpa menunggu pulang kerja atau weekend, dan ada kemungkinan memiliki lebih banyak uang. Semua jadi terasa masuk akal untuk resign dan memulai wirausaha. Karena wirausaha itu sebaiknya dilakukan sesegera mungkin. Iya kan? Jadi saat itu aku memutuskan resign.


Sebenarnya resignku waktu itu terbilang nekat sih, karena waktu itu aku belum tau mau jualan apa, aku hanya resign begitu saja tanpa planning matang. Tapi aku cukup bangga dengan diriku sendiri waktu itu, karena aku berani banget untuk resign dan keluar dari zona nyamanku. Nggak semua orang berani lho memutuskan resign atau sekedar memulai bisnis (aku kenal yang begini). Nah ini aku melakukan keduanya sekaligus. Aaahh, aku memang membanggakan. Peluk diri sendiri. 


Lalu apakah sekarang sudah sukses berwirausaha? Hahahaa.... Awalnya wirausahaku lancar, penghasilannya bagus, tapi lama-kelamaan sepi dan akhirnya tumbang. Meski demikian aku tetap bangga dengan diriku sendiri, karena aku bisa menemukan apa yang kujual dan bahkan bisa laris. Karena bangkrut kayaknya aku mengalami inverior complex. Apa aku menyesal? Nggak sama sekali, aku tetap bangga sama diri sendiri


Lalu sekarang gimana? alhamdulilah aku masih bekerja di rumah, sekarang sebagai affiliator, yang alhamdulilah penghasilannya jauh di atas gajiku maupun penghasilan saat wirausaha. Tanah impian gimana? Belum kebeli sih, ehehehe, dan tanah itu bukan lagi tanah impian. Tapi yang jelas sekarang aku lebih bahagia, boyokku masih sering sakit tapi nggak kayak dulu. Aku juga punya waktu yang sangat fleksibel, aku bisa memulai pekerjaan kapan saja dan berhenti kapan pun. Jam kantor dan juga libur aku yang menentukan. Sebentar lagi aku juga akan sering-sering ke cafe buat bekerja bareng temen-temen. Bekerja bareng, bukan bekerjasama (beda ya). Pokoknya estetik kayak di drakor-drakor lah. Wuakakaka...


Jadi kalau kamu gimana? Memutuskan bekerja sebagai wirausaha karena apa? atau bertahan jadi pekerja kantoran karena apa? Kupenasaran deh, pasti seseru ceritaku juga

April 1, 2022

Kuberharap di masa lalu...

Kuberharap di tahun-tahun yang lalu aku lebih banyak menulis, sehingga aku bisa mengenali diriku sendiri lebih baik. Aku juga ingin mengenang pikiran-pikiranku di masa lalu, entah yang konyol maupun yang bijak. Aku ingin mengenang apa yang kuanggap penting saat itu dan sekarang sudah kuabaikan atau semakin penting untukku.



Aku ingin mengenang kesedihan di masa laluku kemudian memeluk diriku sendiri dengan bangga karena sudah berhasil melewati masa itu. Aku juga ingin mengenang kebahagiaanku di masa lalu, kemudian memutarnya lagi di hati dan kepala, untuk membuat diriku kembali bahagia lagi


Aku juga akan membandingkan diriku sendiri saat ini dengan masa lalu, dan aku yakin aku mengalami banyak kemajuan dan pendewasaan



Sebagai penutup, ingin kuucapkan ke diriku sendiri di masa depan:

Selamat malam diriku di masa depan. Kuharap kamu lebih bahagia dan sudah bertemu dengan jodohmu 💕💕

March 27, 2022

Merindukannya

 Tiba-tiba tengah malam, aku merindukan menulis di blog ini. Merindukannya pun spesifik, menulis pakai laptop di meja kerjaku. Agak konyol sih, tapi mungkin aku juga merindukan mengetik di keyboard bukan di layar HP. 


Rasanya banyak hal yang ingin kuceritakan. Rasanya banyak hal ingin kucurhatkan di sini. Walau tidak akan ada yang membacanya. Walaupun tidak akan ada tanggapan apapun di sini. Tapi terkadang itu menyenangkan ketika suatu saat aku membacanya lagi. Itu seperti membaca surat untuk diri sendiri dari masa lalu


Sepertinya (tapi aku tidak berjanji) aku akan lebih sering menulis di sini. Setelah kubaca ulang, tahun 2021 aku sama sekali tidak menulis di blog ini. Bahkan aku benar-benar melupakan blog ini. 


Dan bagaimana kabarku di tahun 2022? masih sama seperti sebelum-sebelumnya, masih belum menikah. Masih menunggu dan juga mencari pangeran tampan yang baik hati dan bucin. Kabar baiknya, aku memiliki pekerjaan yang kuimpikan sejak dulu. Pekerjaan yang menyenangkan, yang bisa kukerjakan di mana saja asal ada internet dengan gaji yang alhamdulilah (bagiku sangat) besar. Kamu gimana kabarnya?



January 24, 2020

AKU TERTARIK PADA BANYAK HAL

Beberapa tahun terakhir ini aku tertarik pada banyak hal. Mungkin sebenernya sejak dari dulu banget, cuma aku mengabaikannya. Kalau nggak salah ingat aku  selalu tertarik pada dunia penulisan, lalu dunia fashion, dan isu lingkungan hidup. Tiga hal ini yang secara garis besar yang membuatku selalu tertarik, tapi titik focusnya beda-beda. 
Tapi sayangnya ketertarikanku selalu loncat-loncat dan pindah-pindah. Misalnya nih, pada bulan september-oktober tahun 2019 aku sangat getol membangun akun @ootdrokpanjang lalu kegetolanku agak meredup, ketika ketertarikanku berpindah pada menjahit dan menggambar fashion. Di bulan desember aku bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk menjahit bahkan di akhir pekan aku bisa menjahit seharian. Karena kebiasaanku ini tentu saja akun @ootdrokpanjang agak terbengkalai, makanya insight akun ini sempet merosot tajam.

Sebelum sibuk sama @ootdrokpanjang aku juga sempet getol sama menulis, bahkan berjanji untuk mengisi blog seminggu 2-3x. Lalu kebiasaan menulis kembali redup ketika aku tertarik pada yang lain kalau nggak salah karena akun publik yang kusebutkan tadi.

Sebenernya di bulan november aku belajar manjahit dan menggambar fashion, tapi kemudian hanya focus ke menjahit saja. Sedangkan sekarang, aku sedang sangat gemar untuk membersihkan rumah dengan metode marie kondo, dan juga isu tentang zero waste/zero plastic. Tapi karena aku sedang tertarik sama membersihkan rumah dan juga zero plastic, kegiatan menjahitku jadi tersendat, untungnya akun instagramku enggak. 

Kalau di bulan Desember aku bisa menjahit berjam-jam, di bulan Januari 2020 ini aku hanya menjahit beberapa menit saja bahkan nggak menjahit sama sekali. Padahal saat aku memutuskan untuk belajar menjahit aku berjanji untuk meluangkan waktu minimal 10 menit sehari atau 1 menit. Gitu juga waktu memutuskan belajar menggambar fashion. Tapi dua hal ini jadi nggak kukerjakan karena sedang belajar yang lain.

Oiya karena focus dan ketertarik berubah, rencana akan masa depan juga jadi agak goyah. Jadi bertanya-tanya "bener nggak sih jalan yang mau aku tempuh ini? Yakin nggak ya". Begitu. Makanya masih agak awang-awangen untuk menata hal itu.
Sebenernya sih sedih dan bingung karena focusku selalu loncat-loncat, belum bisa konsisten. Mungkin hal ini yang bikin rasanya hidupku gini-gini aja. Stuck. Karena aku jadi kutu loncat. Tapi saat ini aku sedang menguatkan diri sendiri, bisa jadi prosesnya memang demikian, harus trial error untuk benar-benar  memahami diri sendiri, dan memahami apa sih yang sebenernya membuatku bahagia dan merasa bermakna. Semog ya. Doakan. Aamiin.

Kalau kamu gimana? Tertarik sama apa? Jadi kutu loncat kayak aku atau enggak? Please jawab ya, please let me know apa cuma aku sendiri yang begini.

January 18, 2020

MESIN WAKTU

Aku pernah sungguh-sungguh berharap benda ini benar-benar ada. Bukan mesin yang bisa membuatku pergi ke masa lalu, tapi mesin yang bisa membuatku bisa mengulangi masa lalu. Sehingga aku bisa menjadi orang yang lebih baik di saat ini.

Ada kalanya ketika aku merasa telah membuat pilihan yang salah di masa lalu dan ingin memperbaiki. Ada kalanya juga ketika aku merasa belum siap dewasa dan ingin kembali ke masa-masa muda yang menyenangkan tanpa beban pikiran. Ada masanya ketika aku merasa menjadi manusia yang gagal dan ingin mengulanginya supaya lebih berhasil di saat ini.
Sekarang aku melihatnya semua itu sebagai bentuk kefrustasianku. Ketika aku merasa membutuhkan benda ini, pada saat itulah aku sedang dalam keadaan frustasi. Frustasi yang benar-benar frustasi sehingga seolah-olah hari ini aku sudah tidak bisa memperbaiki semuanya. Seolah masa lalu nggak bisa diperbaiki di waktu ini, seolah di masa depan aku sudah nggak bisa sukses lagi.

Tapi memang ada kalanya ketika aku merindukan masa lalu ketika orang-orang yang membuatku bahagia mudah kutemui. Ketika berbahagia dengan mereka itu hal yang biasa dan kejumpai setiap waktu. 

January 11, 2020

11 Januari, Catatan Syukurku

Alhamdulilah hari ini pun aku bisa memenuhi jadwal yang telah kurencanakan semalam sebelumnya. Jam 10 aku sudah siap dandan dan jam 11 sudah siap ngantor. Sudah dua hari ini aku bisa memenuhi jadwalku. I am so proud of myself. Tidak membuang-buang waktu ternyata cukup membuat bahagia. Sebenernya ini pengen aku tulis di buku syukurku, tapi aku belum punya buku syukur. Jadi supaya tidak mudah kulupakan dan tidak berakhir dengan kubakar maka aku menuliskannya di sini. Lagian lama juga aku nggak nulis di sini.

Ke depan mungkin aku akan belajar tentang prioritas, biar kemajuan dalam hidupku lebih terlihat. Untuk saat ini aku hanya akan belajar tentang patuh pada jadwal yang telah kubuat sendiri.