October 24, 2022

Inferior Kompleks

Aku merasa pernah mengalami ini (inferior komplek), tapi tentu saja cuma diagnosa sendiri. Entah bener atau salah, tapi apa yang kurasakan itu nggak enak banget. Setiap hari rasanya nggak bahagia. Aku merasa sendiri, nggak punya teman dan rasanya hidupku nggak menyenangkan. Semua orang terasa meninggalkanku. Aku membenci hidupku dan juga takut akan masa depanku. Aku nggak bahagia waktu itu

Karena pernah merasa seperti itu, dan tahu bagaimana nggak bahagia dan menderitanya perasaan itu, aku nggak mau, orang-orang terdekatku atau teman-temanku merasakan hal yang sama. Mengalami apa yang kualami dulu. Aku nggak mau, karena itu sangat tidak membahagiakan. Karena hal itu membuat menderita

Aku berharap, teman-temanku selalu bahagia dan juga sehat. Aku juga berharap bisa menemani temanku saat dia merasa butuh teman. Tapi aku tidak tahu apakah keberadaanku adalah penyembuh atau pembuat luka. Semoga yang pertama. Aku juga nggak tau apakah saat merasa seperti itu mereka butuh teman atau enggak 😭😭😭 Tapi ya Rabb aku sungguh berharap mereka semua baik-baik saja

Ya Rabb, lindungi teman-temanku jauhkan mereka dari penderitaan jiwa dan raga. Aamiin



October 11, 2022

Hasrat pamer

Tau kan aku pernah kecewa karena prosentase komisi shopee affiliate diturunkan? Yang otomatis penghasilanku menurun. Walau alhamdulilah sampai tulisan ini diposting belum banyak perubahan dari bulan sebelumnya, (mungkin karena masih ada sisa pesanan dari bulan lalu) tapi setelah kejadian ini aku justru lebih santai, lebih tenang, lebih nggak ngoyo, nggak ambis dan sepertinya lebih bahagia. 


Saat komisiku besar aku sering gelisah komisiku akan turun (dan karena aku percaya LOA hal ini justru menarik yang kugelisahkan dan takutkan, yang akhirnya apa yang kutakutkan beneran mewujud). Ya memang ada saat-saat aku bahagia banget, selalu merasa melayang di atas awan, selalu merasa nggak percaya bisa punya penghasilan banyak banget, selalu bersyukur,  tapi di akhir-akhir itu aku lebih sering merasa khawatir dibanding bahagia. Aku juga jadi terlalu ngoyo sama target komisi. Aku merasa sangat bersalah ketika aku nggak promosi shopee affiliate karena ini akan mengurangi komisiku. Pokoknya hidupku nggak tenang, aku terfocus pada hasil komisi dibanding menikmati kegiatannya. Posting instagram jadi nggak semenyenangkan dulu. 


Dan hari ini aku sadar, setelah komisiku tak sebanyak dulu, hasrat pamer kekayaanku ternyata juga menurun. Ya iyalah,, apa yang mau dipamerkan? Wkwkwkw.. Ya tapi kan tetep harus disyukuri, daripada sudah nggak berpenghasilan banyak, tapi masih pengen pamer kejayaan masa lalu. Ya kan?


Jujurly, ketika penghasilanku buwanyak dan melimpah, kadang aku punya keinginan untuk memamerkannya. Ini lho penghasilanku segini, ini lho aku mampu beli ini, itu, anu, ana, uni, bla bla bla. Kalau kamu nggak merasakannya, itu karena aku berusaha menahannya. Saat itu aku juga merasa nggak mau kalah sama orang lain, terutama dalam hal kekayaan, walau aku belum sempat melakukan apa-apa, tapi terbersit keinginan untuk diakui "memiliki banyak penghasilan".


Aku juga berkeinginan punya kendaraan roda empat, bukan karena butuh, tapi karena pengen diakui "orang berpunya". Aku pengen beli, meskipun "hanya" (mungkin bagimu hanya tapi bagiku ini pencapaian besar) mampu membeli mobil second, tapi untungnya aku masih bisa menahannya. Aku lebih memilih menabung (mungkin) buat buka usaha atau buat modal nikah (biar nggak menyusahkan orang tua), atau modal membesarkan anak. 


Demikian cerita sangat pentingku, semoga kita semua selalu bahagia, apapun yang terjadiπŸ’•πŸ’•πŸ’•

September 19, 2022

Rewangan (part 2)

Ahamdulillah, akhirnya aku terbebas dari hari-hari yang melelahkan secara fisik dan mental itu. Bagi beberapa orang mungkin rewangan hanya melelahkan secara fisik saja, tapi bagiku ini melelahkan fisik dan juga mentalku. Setiap saat aku harus memperhatikan perilakuku dan juga perkataanku. Salah sedikit bisa menjadi gosip yang berkepanjangan dan nggak akan pernah dilupakan oleh banyak orang. 

Di rewangan aku juga selalu was-was akan mendapatkan kritik dan juga kata-kata kasar dari orang lain. Aku juga takut tersakiti karena aku salah melakukan sesuatu yang nggak aku sadari lalu kena omelan. Aku sudah beberapa kali kena di beberapa rewangan yang sudah-sudah. Tapi alhamdulilah, kali ini aku nggak mengalaminya. Aku amat sangat bersyukur akan hal itu.

Bisa dibilang di rewangan kali ini aku sukses besar. Aku bangga sama diri sendiri. Kamu hebat fatkah, makasih buat kerja kerasmu. Kini mari menjalani hari biasa yang bahagia, dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan, karena hari-hari berat itu sudah berlalu. Aku bangga padamu. Terima kasih banyak. Kamu hebat, kamu keren, kamu membanggakan. Aku sayang kamuuuu



September 14, 2022

Rewangan

Suatu ketika aku pernah bilang ke temenku kalau aku nggak suka rewangan. Dan dia kayak nggak suka dengan apa yang kukatakan. Dia bilang "jangan gitu, rewang kan cuma gantian". 

Aku tahu kebanyakan orang nggak suka ke rewangan, kenapa juga harus berbohong & mengatakan kalau mereka suka dengan itu? Toh aku nggak suka tapi aku tetap datang dan melakukannya dengan sebaik-baiknya. Tapi iya, orang-orang memang membohongi dirinya sendiri dan orang lain dengan mengatakan suka rela dan gantian. Kalau aku nggak suka, tapi rela melakukannya. Nggak suka karena aku harus berbasa-basi dengan banyak orang dan harus menyadari nilaiku di mata mereka. Tapi rela karena sadar bahwa suatu saat aku juga membutuhkan bantuan mereka. Aku tahu asas gotong royong memang demikian

Bukankah pernyataan tak sukaku ini hanya seperti bilang "aku nggak suka sekolah"? Nggak suka sekolah bukan berarti nggak mau sekolah, bukan berarti nggak melakukan yang terbaik juga saat sekolah. Hanya saja nggak suka

Demikian unek-unek anehku. Kutulis karena beberapa hari ke depan aku harus rewang dan aku sudah merasa khawatir sejak beberapa minggu lalu πŸ˜‚ 



September 13, 2022

Beda sudut pandang

Tanggal 2 September 2022 aku di-prank sama salah satu RM (Relationship Manager) shopee. 

Awalnya di telfon Mbak RM bilang gini "kan selama ini komisi cuma 2,5% ya kak, mulai oktober nanti komisinya kakak jadi 5%" 

wow melambung tinggi harapanku, membayangkan pundi-pundi uang ditransfer ke rekeningku. Aku senyum-senyum kesenengan sambi bilang "alhamdulilah"

habis itu dia bilang gini "seneng ya kak ya? Mulai optimis ya?" Dan itu ku-iyakan dengan penuh bahagia. Sayangnya dia belum melemparkan BOM yang sesungguhnya. Setelah itu dia bilang gini lagi:

"jadi 5% itu untuk yang membeli produk yang kakak promosikan. Jadi misal kakak promosi produk A dan dia membeli produk A atau membeli di toko A maka kakak akan mendapatkan komisi 5%. Tapi jika dia beli di luar produk yang kakak promosikan maka kakak hanya akan mendapatkan 1%" 

Jadi sesungguhnya ini bukan kabar gembira tapi kabar duka. Karena komisiku bakalan turun dari 2,5% ke 1%. Kenapa aku (dan juga shopee affiliate yang lain) memandang ini kabar duka, karena kebanyakan komisi yang kuhasilkan adalah dari pembelian lain. Bukan pembelian produk yang aku promosikan

Aku nggak tau kenapa Mbak RM waktu itu bilang "kabar gembira" dan menyebutkan 5% terlebih dahulu dibandingkan 1%-nya. Mungkin dia berusaha untuk memandang sisi postifnya dari kabar ini. Tapi ini seperti mengangkatku tinggi ke awan lalu menjatuhkanku dari sana. Beda kalau seandainya dari awal dia bilang komisi akan turun 1%, mungkin aku nggak bakalan merasa dikhianati dan diprank.

Mbak RM juga nggak tau kalau kebanyakan pesanan itu dari luar produk yang kita tawarkan. Tapi meskipun demikian aku selalu berusaha untuk sungguh-sungguh menawarkan dan berusaha untuk menggiring orang belanja ke shopee. Bukan kayak orang-orang yang curang yang hanya "asal orang klik link yang kuberikan".

Berita ini so sad, tapi GPP lah ya, menaikkan dan menurunkan komisi tentu saja haknya shopee sepenuhnya. Numpang nyari rejeki nggak bisa protes. Kalau suka lanjut aja, kalau nggak suka tinggal berhenti kapan-kapan. Aku juga sudah memprediksikan kalau kedepannya akan semakin sulit karena saingan dengan affiliate lain makin berat, dan juga kejenuhan dari followersku sendiri

Untuk saat ini aku sudah bisa menerima berita ini dan juga sudah legowo. Aku juga sudah bisa melihat sisi positifnya. Aku juga mulai mencari peluang lain untuk monetized akunku. Do'akan semoga aku baik-baik saja dan juga bisa menemukan cara untuk monetized akun instagramku



August 29, 2022

Ternyata Aku Belum Sembuh

Sudahkah aku bercerita di sini kalau aku tuh pernah mengidap inferior komplek? Rasa rendah diri yang besar hingga bisa membuat merasa nggak berguna, suudzon sama orang dan kehidupan yang nggak membahagiakan. Kata temenku "itu depresi" walaupun ketika mendengarnya agak menakutkan bahasanya, tapi iya, aku mengakui hal itu. 

Dan sekarang ini aku sadar bahwa ternyata aku tuh belum sembuh. Sekitar tahun 2019 atau 2020 aku merasa aku sudah mulai sembuh tapi ternyata belum dan saat ini aku menyadari bahwa waktu itu masih parah. Kok aku bisa tahu? Karena ketika aku mengingat masa itu, aku ingat saat itu aku mudah tersulut emosi. Tersulutnya emosi ini bukti bahwa aku masih belum bahagia. Saat ini emosiku sudah membaik, sudah nggak terlalu mudah tersulut emosi, tapi aku merasa aku belum sembuh total.

Iya, aku menyadari bahwa aku itu belum sembuh total. Aku sudah bahagia. Aku sering sangat bahagia dan merasa penuh, namun terkadang inferior komplek itu datang, terutama setelah aku harus berhadapan dengan orang banyak di desaku.

Namun yang lebih baik dari tahun-tahun lalu adalah, saat ini aku memiliki teman-teman yang jauh lebih baik. Teman-teman yang bisa kuajak berbagi waktu dan juga pikiran. Teman-teman yang bisa lebih sering kuajak ketemuan dan yang menyadarkanku bahwa aku berharga dan juga dicintai.


Bukannya dulu aku tidak memiliki teman-teman seperti ini, namun kadang mereka punya kesibukan sendiri, susah untuk kutemui. Dan aku juga tidak membuka diri untuk pertemanan yang lebih baik dengan teman lama. Aku juga melupakan salah satu teman lama yang sebenarnya dari dulu baik dan sevibrasi. Ntah kenapa aku bisa melupakannya. Waktu kemarin kami ketemu lagi dia sempat bilang "kok kita bisa saling melupakan sih mbak?" wkwkwkwk.. aku mengiyakan dan kami pun tertawa. 

Dulu memang aku terlalu terpatok pada beberapa teman baik saja (sampai saat ini pun masih baik namun jarang memiliki waktu bersama). Sehingga aku merasa ditinggalkan. Hal ini membuatku merasa sendiri, nggak dicintai dan nggak berharga. 

Lalu keluargaku gimana? Tentu mereka nggak tau dan nggak menyadarinya, tapi mereka adalah korban kegalakanku. Mereka tahunya aku galak saja. Dan entah kenapa keberadaan mereka nggak bisa menjadi penyembuh lukaku. Mereka nggak melukai, namun bukan penyembuh juga


July 30, 2022

Kadang-kadang aku berpikir...

 Kadang aku kepikiran, 

"temanku merindukanku nggak ya?", 

"dia (seorang teman) yang kurindukan itu juga merindukanku nggak ya?", 

"sebenarnya dia seneng nggak si kalau aku ajak ketemuan?", 

"dia juga refresh nggak sih kalau ketemu aku? jangan-jangan malah tambah setres"