July 1, 2022

Lagi-Lagi tentang Pernikahan

 Hari ini dikasih kabar yang kurang menyenangkan sama temenku, tentang temenku yang lain yang sepertinya sedang bermasalah dengan kehidupan pernikahannya. Dan sepertinya memang demikian karena temenku yang sedang kami bicarakan ini pernah sedikit curhat denganku. Dan tiba-tiba aku merasa aku bersyukur dengan posisiku yang masih sendiri ini. Dengan posisiku yang masih menjomblo padahal di usia segini AKU BERSYUKUR. 


Dan seandainya aku disuruh memilih, menikah tapi kondisinya seperti temenku ini atau masih jomblo, jelas aku akan memilih menjadi jomblo. Aku nggak akan kuat menjadi temenku. Aku lebih bisa menanggung omongan orang tentang kejombloanku seberapapun menyakitkannya itu daripada berada di posisi temenku yang aku tidak tahu nyinyiran seperti apa yang dia terima. Bahkan mungkin nyinyiran dari orang-orang yang seharusnya menjadi tempat dia bergantung dan mendapatkan kebahagiaan

Aku hanya berdoa semoga dia baik-baik saja dan segera menemukan kebahagiaannya

June 25, 2022

Kehidupan Fanatismeku: Pergaulanku di Antara Para K-poper (bagian 2)

Jadi gengs, ketika sekarang teman-temanku mengidolakan para k-pop idol dan berusaha untuk meracuniku, aku ngerasa nggak tergoda. Bukan karena merekanya jelek, tapi kayaknya nggak ada darah fanatisme yang mengalir dalam darahku. Wkwkwkwk. Pernah ngefans sama duta aja cuma kurang lebih 1 tahun. Kemudian setahun kemudian aku sudah lupa pernah ngefans sama dia. Diajakin ngobrol tentang Duta malah bingung. Wkwkwkw


Aku tahu mengidolakan dan ngefans sama idola itu seru, bikin berbunga-bunga dan bahagia, tapi juga bikin sedih dan juga kepikiran. Mirip bangetlah sama jatuh cinta. Mengidolakan artis atau idol juga bisa bikin ambisius, bikin semangat dan punya banyak tenaga. Tapi ntah kenapa aku nggak pernah tertarik. Seberapa sering dan gettol mereka membicarakan idola mereka aku nggak tertarik. Dan aku nggak mau pura-pura tertarik hanya demi menyenangkan teman-temanku.


Karena alur fanatismeku sama Duta itu dari mencintai lagunya dulu baru bandnya lalu ke duta-nya, jadi aku berpikir bahwa mejadi fans idol k-pop itu juga begitu. Masalahnya sudah sekitar 7-5 tahun belakangan ini aku jarang mendengarkan music, baik musik barat maupun music korea. Akhir-akhir ini aku memang mendengarkan music lagi, tapi hanya untuk lagu yang liriknya punya affirmasi bagus. Karena itulah kurasa aku nggak pernah ngefans sama idol baik kpop maupu idola manapun. 


Kadang aku memang jatuh cinta sama artis korea, biasanya karena drakor yang aku tonton, tapi seiring berjalannya waktu biasanya cintaku memudar. Cinta sama mereka pun nggak sampai yang ngefaaannnsss banget sampai bisa membuatku ambis dan bersemangat, kayak teman-temanku yang mengidolakan idol-nya. Hanya sekedarnya saja, pengen posting fotonya di feed ig, udah gitu aja. Habis itu beberapa bulan kemudian aku sudah lupa. 

Serius aku bahagia untuk teman-temanku ini, karena mereka punya penyemangat hidup. Kadang aku juga merasakan kegembiraan mereka ketika melihat kebahagiaan mereka, tapi kalau aku harus ke dunia fanatisme itu kok kayaknya susah. Hehehe...

Tapi aku tetep sarangheyoooo...


Kehidupan Fanatismeku: Kenangan ketika remaja (bagian 1)

Seingetku aku jarang mengidolakan penyanyi. Pertama dan terakhir kali mengidolakan penyanyi itu ngefans sama Duta Sheila on 7 di saat kelas 3 SMA dan berakhir saat aku kuliah entah semester pertama atau kedua (jadi nggak lama hanya 1 atau 2 tahun ngefansnya). Gegara kecewa dia punya tattoo. Wakakakakak... absurd banget. Waktu itu mikir kalau dia jadi suamiku nggak mugkin dia jadi imam dong orang bertatto itu. Emang fans nggak tau diri sih ya. Padahal saat itu aku juga sadar sih nggak bakalan nikah sama dia juga, tapi ntah kenapa waktu itu rasanya kecewa banget dan akhirnya memutuskan tali perfansnan (uopoh). Ya Allah, kalau diingat-ingat ternyata aku punya kenangan konyol macam beginian. Padahal beberapa jam lalu aku nggak ingat pernah punya kenangan konyol macam begini.


Ngefansku sama Duta itu beda dari yang lain sih. Waktu itu kebanyakan teman-temanku ngefans sama westlife dan aku ngefans sama produk lokal. Bahkan waktu tabloid fantasy mengeluarkan edisi khusus westlife aku sama temenku yang notabene adalah fans getol westlife sengaja inden (pre order) tabloid fantasy edisi khusus ini (temenku yang lain pada nitip PO juga, aku pesen kalau nggak 8 atu 10 tabloid). Temanku yang fans berat ini tentu saja pengen punya koleksinya. Kalau aku hanya karena alasan, prediksiku tabloid itu bakalan sold out dan langka. Jadi bakalan banyak yang nyari tapi susah, jadi aku bisa menggunakan poster-poster westlife untuk ditukar dengan posternya duta atau pun sheila on 7. Ya Allah ngomongin ini aku jadi inget drama Reply 1997, dan sadar betapa jadulnya saya.


Di tahun 90-an itu dulu ada majalah aneka yess dan mereka punya kolom khusus untuk barter. Jadi para pembaca mengirim surat ke majalah lalu menginfokan dia punya barang apa aja dan ingin dibarter dengan apa. Biasanya yang dibarter adalah barang-barang remeh-temeh (sekarang sih remeh temeh, waktu itu semua terasa harta karun) macam poster. Misal si A kirim kolom ke majalah, menginfokan memiliki poster westlife dari majalah ini dan mau ditukar dengan segala posternya Sheilla on 7. Aku sih belum pernah mengirim kolom ini ya, tapi waktu itu aku berencana seperti itu. Mau menukar koleksi poster westlife dengan poster sheila on 7. (BTW aku jadi kepikiran, gimana kalau ternyata ada tindak penipuan. Misal si A sudah kirim tapi ternyata si B hanya bohong dan nggak ngirim. Kan koyol banget, ini aku baru kepikiran sekarang. Waktu itu sih enggak. Aku juga nggak tau waktu itu mekanisme barternya seperti apa. Kayaknya by phone dulu lalu dikirim by pos) 


Waktu itu aku nggak kirim kolom ke aneka yess karena sudah banyak temen-temenku yang bersedia untuk menukar koleksi westlife-ku dengan koleksi poster Sheilla on 7 mereka. Seperti dugaanku banyak yang nggak dapet tabloidnya. Jadi ibarat barter aku menang banyak, bisa memilih poster mana yang aku suka. Waktu itu ada teman bilang "sayang banget westlife ditukar sama sheilla on 7". Bagiku westlife nggak ada artinya, tapi sheilla on 7 (bukan segalanya tapi) aku suka bangettt. Jauuuuhhhh lebih suka daripada westlife. Dan kalau kupikir sekarang, kok bias sih temenku itu nggak memahami sesama fans? ya nggak sih? berarti dan nggak berarti kan sangat subyektif ya?


Tapi waktu itu aku cukup menikmati kehidupan fanatismeku ini, karena aku jadi dekat dengan teman beda kelas yang juga mengidolakan sheila on 7. Bahkan kayak akrab banget gitu, yang ini cukup baru buatku waktu itu karena waktu SMA aku jarang bisa akrab banget sama teman sekolah.

Kehidupan fanatismeku ini sebenernya nggak terlalu aku ingat sih. Beberapa jam lalu saja aku lupa punya sebegini banyak cerita tentang ini. Ketika aku entah semester 3 atau 4 saja aku sudah lupa kalau pernah ngefans sama Duta. Waktu itu ada teman SMA ku yang nelfon dan dia membicarakan Duta Sheilla on 7, aku menganggap dia agak aneh, kenapa membicarakan duta di telfon. Setelah telfon ditutup, aku baru ingat kalau dulu kami pernah mengidolakan Duta bersama-sama. Hahahah.. konyol banget emang.







June 24, 2022

Impian

Mimpi punya suami yang mengerti duniaku itu terlalu muluk nggak sih? Suami yang bisa memahami dunia perkontenan atau dunia persosmedan. Eh kata the secret enggak sih ya, bisa gimana aja, pakai affirmasi aja. Huahahahaha... Makin lama keinginanku makin ngelunjak dan banyak. Kabulkanlah ya Rabb.

Semisal nggak ngerti nggak papa juga sih, yang penting dia mau mendengarkan ocehan dan bacotanku kalau aku lagi menggalau tentang media sosial kayak sekarang. Huahahahha...



June 17, 2022

Kubahagia Banget

 Yaampun gengs, aku bahagia banget. Soalnya hari ini aku mensetting keyboard baru untuk tabku dan berhasil. Awalnya nggak bisa, padahal kucoba di hp bisa tapi di tab nggak bisa. Setelah diubah ke settingan awal, baru bisa.


Di blog kali ini aku sudah mengetik pakai keyboard baru lhooo (penting banget ini pamernya) wkwkwkw 😆😆😆. Meja kerjaku sekarang juga jadi terlihat lebih aestetic. Doakan semoga aku bekerja lebih semangat dan lebih bahagia ya. Aamiin ya Lord

June 14, 2022

Teman karib

Ketika umurku dua puluhan akhir aku menyadari satu hal, terkadang teman yang kamu anggap teman karib tidak mengganggapmu teman karibnya. Dan teman yang kamu anggap teman biasa ternyata menganggap kamu teman karibnya. Lucu dan aneh ya? Bagiku ini lucu sih


Aku menyadari ini ketika ada seorang mbak kost yang kuanggap teman karibku, tapi ternyata aku tidak ada di dalam daftar teman karibnya. Aku lupa sih kejadian apa yang bisa membuatku berkesimpulan seperti itu, tapi kenyataannya begitu. Lalu ada juga teman yang kuanggap biasa saja bahkan aku sudah mengkategorikannya dalam "teman yang dulu kukenal". Tapi dalam kurun waktu yang agak lama dari pertemuan terakhir kami dia bilang "pengalamanku di dunia itu memang nggak banyak, tapi dari yang nggak banyak itu aku bisa memperoleh teman karib seperti kamu dan ... (dia menyebut salah satu teman kami)". Saat itulah aku sadar ternyata selama ini dia menganggap aku teman baiknya. Kuterhura mendengarnya dan saat itu aku berharap semoga aku tidak pernah mengindikasikan bahwa aku hanya menganggapnya teman biasa, karena ternyata itu cukup mematahkan hati. Dan semoga aku tidak akan pernah menyia-nyiakannya


Jadi bertepuk sebelah tangan itu tidak hanya melulu urusan hati antara lelaki dan perempuan, tapi urusan (hati) pertemanan pun bisa saja terjadi. Dan karena kejadian itu akhir-akhir ini kadang aku bertanya-tanya ke diri sendiri "apakah dia menganggapku teman karibnya? Apakah dia masih menganggapku teman karibnya?" Ke beberapa teman yang kuanggap teman karibku. 







May 30, 2022

Tahun ke Tahun



Jika ada yang menyebut tahun, otomatis aku akan membayangkan saat itu aku sedang di masa apa. Misal jika ada yang menyebutkan tahun 2001, atau 2004 maka aku akan berpikir "oh saat itu aku sedang kuliah".

Namun sejak lulus kuliah (lebih-lebih sejak resign dari kerjaan terakhir) aku jadi  kesusahan untuk mengingat "aku ada di masa apa". Menyedihkannya lagi kadang aku memakai drakor untuk mengenang masa. Misal tahun 2016 adalah masa ketika goblin tayang. Mengingat kadang aku ngerasa nggak banyak kenangan dan juga terlalu banyak nonton drakor. 

Tapi setelah aku pikir-pikir sebenarnya banyak penanda dan kejadian besar yang aku alami setelah lulus kuliah dan juga resign. Dan dituliaan ini aku akan merangkumnya, sebagai pengingat untuk diriku sendiri, supaya nggak menjadikan drakor sebagai patokannya

❤️Tahun 2007 adalah tahun di mana aku lulus kuliah, memang lama 5,5 tahun baru lulus. Tapi alhandulilah lulus. Tahun 2007 aku kerja sebagai enomerator ikut SAKERTI. 
❤️Tahun 2008 kayaknya masa-masa nyari kerjaan. Aku lupa tahun itu apakah aku ngenum lagi atau enggak
❤️Tahun 2009 ketika aku dika dan rizka mau memulai usaha dan bikin kedai bareng. Akhirnya bikin kedai bareng beneran bareng si mboo juga. Sampai akhirnya bubar kalau nggak salah 2010
❤️Di tahun 2009 ini juga kayaknya aku kerja jadi asisten peneliti di PSAP. Sepanjang sejarah ini adalah pekerjaan paling menyiksa yang aku alami. Kayaknya aku di psap sampai 2010 juga.
❤️Lalu tahun 2010-2011 (atau mulai 2009 ya lupa) adalah tahun ketika aku mulai kuliah di EEC tapi hanya bertahan 3 semester itupun ijazah nggak aku ambil. Wkwkwk
❤️Tahun 2011 (bulan mei) akan aku ingat sebagai tahun aku masuk di Leutika. Bertahan kerja sampai maret 2015
❤️Tahun 2016 adalah ketika aku sibuk ngembangin usahaku @hijabnaziha sampai tahun 2018
❤️Tahun 2017 akan kuingat sebagai tahun ketika aku berusaha untuk mempertahankan hijabnaziha, bahkan sempet mencari ilmu ke magelang PP kulonprogo magelang naik motor. Ini tahun-tahun aku beneran bokek. Ikut kelas ini bayar 7juta kalau nggak salah. Hutang adekku sekitar 2 jutaan.
Tahun 2017 sepertinya aku mulai mengalami inferior komplek
❤️Tahun 2018 aku kuingat sebagai tahun ketika aku dibayari umroh sama mr brother. Juga tahun aku dibeliin hp sama mr brother
Tahun 2018 aku juga ikut kelasnya richohuang yang dropship aja dan mulai jualan casing. Kalau nggak salah ingat aku mulai diet tahun 2018. Ini tahun ketika aku berjuang untuk sembuh dr inferior komplek
❤️Tahun 2019 masih jualan casing, lalu kalau nggak bulan juni atau juli aku mulai ikut kelasnya richohuang yang #21harikuliahig dan serius ngembangin akun instagram. Ini inferior komplek nasih ada tapi sudah better
❤️Tahun 2020 aku masih jualan casing tapi kayaknya cm sampai bukan februari habis itu memutuskan berhenti dan mulai serius mencari cuan dari akun ootd. 


Tahun 2020 (bulan juni) adalah tahun ketika ibukku masuk rumah sakit karena keracunan uap byclean 😭😭 dan selama tahun 2020 sampai akhir 2021 aku tinggl bareng mr brother. Inferior komplekku masih belum sembuh total tapi sudah jauh jauh lebih baik. Akhir tahun 2020 aku nerbitin buku bareng temen-temenku
❤️tahun 2021 adalah tahun aku mengenal shopee affiliate. Kalau nggak salah aku daftar bulan mei/juni, mulai promsi sedikit bukan juli, lalu ibukku kena corona nggak sempet ngurusi ig apalagi affiliate. Aku baru aktif ngafiliate bulan september. Penghasilanku mulai menbaik dan self esteem ku juga mulai membaik. Kalau nggak salah bulan desember aku mulai pulang dan tinggal di rumah lagi. Desember aku mulai membaca buku the secret lagi. Karena penghasilanku sudah alhamdulilah lebih dari cukup dan self seteemku juga membaik, aku merasa aku sudah sembuh dari inferior komplek
❤️tahun 2022 masih sampai mei, yang jelas aku bahagia. Sekarang aku bisa bilang aku bahagia. Aku seneng bisa jajan jajan lagi ke cafe karena corona sudah berakhir. Aku menikmati ketemu temen-temenku. Akan aku update apa yang terjadi padaku di thun 2022. Barangkali aku menikah tahun ini, yakan?

Ini hanya sebatas ingatanku, akan aku update kapan-kapan kalau aku nemu fakta lebih detail