November 8, 2023

Aku Mencintai Masa Bahagiaku dan Masa Sedihku

Judul di sini hanya berlaku ketika aku sedang bahagia. Ketika aku sedang terpuruk, beneran deh aku nggak bakalan mengatakan atau menulis ini. Hahahaha... 


Soalnya kalau sedang terpuruk, rasanya nggak mungkin banget untuk berpikir yang lain selain merasakan rasa sedih dan perasaan yang menusuk di hati. Hanya mencari jalan keluar supaya bisa terlepas dari perasaan itu. Supaya nggak jatuh makin dalam. 


Namun ketika bahagia, aku bisa memikirkan tentang masa lalu yang menyedihkan, lalu bersyukur tentang rasa bahagia yang kini dirasakan. Dan juga membuat kebahagiaan yang kualami saat ini lebih bermakna dan berarti.

Kamu gitu juga nggak sih?



Tapi setelah menulis ini rasanya aku lebih optimis bahwa masa terpurukku pun akan berakhir. Bahwa semua ini hanya sementara, dan kebahagiaan itu akan segera datang.

November 7, 2023

Fix Mindset yang Bikin Galau

Akhir-akhir ini aku sedang kecanduan baca webtoon, padahal kecanduanku sama drakor sudah mulai berkurang eehhh ini datang penyakit baru. Tapi nggak papalah, insya Allah aku bisa mengontrolnya. Sama kayak nonton drakor selain menghibur baca webtoon juga sering bikin galau, meskipun ceritanya happy ending.


Aku pernah cerita di sini tentang kegalauanku ini, tapi saat itu aku belum bisa memahami dengan benar sebenarnya apa yang membuatku galau. Setelah membaca buku Mindset (karya carol s. Dweck ph.d.) aku baru tau kenapa cerita-cerita itu bikin galau, yaitu karena itu adalah cerita tentang takdir yang tidak bisa diubah (fix mindset). Kalau webtoon atau dramanya bercerita tentang takdir yang bisa diubah nggak begitu bikin galau.


Webtoon yang membuatku sadar akan hal ini adalah webtoon "The Summer of Us".  Bercerita tentang pertemuan kembali dua sahabat setelah terpisah selama 9 tahun. Seperti aku bilang ini adalah cerita tentang "takdir yang tidak bisa diubah" tetang seorang laki-laki yang bucin setengah mati sama teman perempuannya yang sangat cantik. Aku bahagia karena mereka berakhir dengan happy, namun juga dibuat galau karena ada semacam pesan tersirat bahwa "dicintai setengah mati oleh seorang laki-laki hanya terjadi pada perempuan yang sangat cantik". 


Setelah membaca buku Mindset aku sadar bahwa ingin dicintai dengan bucin oleh seseorang adalah pola pikir fix mindset. Sebenarnya perasaan cinta itu bisa ditumbuhkan. Dan untuk mempertahankannya dan membuatnya menjadi langgeng dibutuhkan dua orang untuk BERUSAHA menjaganya. Dicintai itu bisa terjadi sama siapa saja dan untuk dicintai dengan sangat itu juga butuh usaha, tidak hanya diam dan cinta akan datang dengan sendirinya seperti yang ada di novel, drama atau webtoon


Masalahnya adalah di webtoon atau drama jarang diperlihatkan "perjuangan" mendapatkan cinta itu. Cinta seperti "takdir" yang jatuh dari langit untuk tokoh perempuannya. Seolah-olah tersirat bahwa kita nggak bisa berbuat banyak akan "takdir" tersebut (lagi-lagi fix mindset). Di dunia nyata, kebanyakan kita harus berjuang mendapatkan cinta itu. Dan ini nggak papa dan tetap membuat kita bahagia. 


Nah dalam hal ini aku sebenarnya lebih suka drama hollywood karena romansanya lebih realistis. Pesan yang tersirat dalam serial hollywood itu "dicintai dan mencitai adalah perjuangan dua belah pihak" bukan takdir yang tiba-tiba muncul tanpa kita melakukan apa-apa hanya karena kita cantik menawan mempesona.

November 6, 2023

Bertepuk Sebelah Teman

Dulu aku pernah nulis di sini kalau orang yang kita anggap teman dekat belum tentu menganggap kita teman dekatnya. Begitu juga sebaliknya, ada yang orang yang kita anggap teman biasa ternyata mengganggap kita teman dekatnya.

Baru-baru ini aku menyadari satu hal lagi. Nggak semua orang yang pengen kita jadikan teman dekat itu pengen menjadikan kita teman dekat. Mereka atau dia hanya pengen menjaga hubungan tetap menjadi teman yang sekedar kenal, bahkan ketika kita "berjasa" buat dia. Tapi nggak papa kok, itu bukan berarti kamu kurang baik atau nggak asyik, hanya memang nggak "berjodoh" saja. Karena berteman dekat itu juga butuh persetujuan dua hati. 

Nggak perlu berkecil hati. Kita nggak kekurangan apapun, hanya saja "nggak berjodoh" menjadi teman baik. Di luar sana pasti ada banyak orang yang tetep pengen menjadi teman baik kita, yang pengen menjaga hubungan bahkan lebih baik lagi. Penuhi dengan orang-orang seperti itu supaya kita tetap merasa dicintai banyak orang. Tentu saja selalu perbaiki diri, yang terakhir sih nasihat buat diriku sendiri


September 1, 2023

Rasa Penasaranku

Gimana sih caranya carik suamik? Kok kayaknya rang-orang gampil aja dapetnya. Orang yang kayaknya nggak pernah pacaran tiba-tiba tunangan aja. Orang yang kayaknya pendiem banget, tiba-tiba sudah dapet lamaran. Kayak gampang aja gitu (sebagai orang yang hanya melihat)


Mungkin aku kurang doa dan usaha aja kali ya? Dan masih kebanyakan dosa 😂 



August 23, 2023

Apakah Aku Toxic Postitivity? Part #2

Setelah aku baca-baca dan memahami lebih jauh tentang maksud toxic positivity, kayaknya aku termasuk orang-orang yang dikategorikan dalam hal itu. Mungkin buku-buku seri The Secret juga masuk dalam kategori itu. Tapi aku merasa nggak papa aku dimasukkan dalam kategori itu, daripada menjadi toxic negativity. Aku merasa pernah menjadi keduanya, baik toxic negatif maupun toxic positif, dan aku merasa toxic positif jauh lebih baik.


Ketika berada di posisi toxic negatifity, itu nggak enak banget gengs, serius nggak enak banget. Perasaan yang ada itu hanya sedih, marah, benci, iri dan hal-hal lain yang membuat menderita lainnya. Dan kalau (pun aku dimasukkan) dalam kategori toxic positivity menurutku kondisinya lebih baik. Karena seenggaknya, aku masih bisa merasa bahagia, merasa bersyukur dan berusaha untuk melihat hal-hal positif. Aku masih bisa melihat secercah harapan dan semoga menjadi kebahagiaan yang besar. 


Dan kalau memang aku dimasukkan dalam kategori toxic positivity, aku berusaha untuk tidak demikian. Karena katanya, toxic satu ini membuat seseorang kurang bisa berempati pada penderitaan/kesedihan/kebencian orang lain. Percayalah aku masih memiliki empaty, aku nggak selalu bahagia, aku nggak selalu mengingkari perasaanku yang sesungguhnya. Tapi aku memang berusaha untuk tidak terlalu banyak bersedih, jengkel dan marah. Aku berusaha untuk lebih bahagia, karena aku nggak mau berada dalam lingkaran penderitaan itu lagi. Aku berusaha keluar dari itu dengan (yang mereka katakan sebagai) toxic positivity.

July 28, 2023

Apakah Aku Toxic Positivity?

Aku penasaran apakah aku termasuk orang dalam kategori toxic positivity? Beberapa hari yang lalu temanku mengunggah tentang toxic positivty dan aku membacanya, lalu aku bertanya-tanya apakah aku dalam kondisi seperti itu? Sebenarnya aku sudah pernah mendengar tentang toxic positivty ini namun aku belum paham benar.


Sejak membaca ulang buku seri the secret (yang ada the magic, the hero, the power dll) aku mulai belajar untuk menjadi pribadi yang positif. Aku juga berusaha untuk menyaring/filter apa yang masuk dalam diriku. Apa yang kudengar, apa yang kulihat dan apa yang aku baca dan juga apa yang aku bicarakan. 


Memfilter apa yang aku dengar ini kadang membuatku merasa kesal kalau ada orang yang curhat hal yang menjengkelkan yang diulang berkali-kali (padahal cerita yang sama). Kenapa hal itu harus diulang-ulang? Aku akan mendengarkan jika itu bukan sesuatu yang diulang-ulang. Karena pengulangan cerita adalah memberikan energi lebih banyak ke hal itu. Bukanlah lebih baik kalau hanya diceritakan sekali, lalu focus ke hal lain yang lebih membahagiakan.

Sejak menulis jurnal syukur ada satu hal yang aku sadari "kadang ada satu hal kecil yang bisa kamu exagerate dan itu bisa membuat satu harimu jadi indah (atau indah sekali). Dulu ketika aku mengalami masalah dengan rasa ketidakpercayaan diriku, aku sering menjumpai hal kecil yang menganggu di hati, yang kuanggap merusak satu hariku. Namun dengan menulis jurnal syukur, sekarang kebalikannya. Aku bisa membesar-besarkan hal kecil indah untuk membuat satu hariku menyenangkan dan membahagiakan. 


Nah aku berharap orang yang mengulang-ulang cerita menyedihkan/menjengkelkan itu berhenti mengulang, lalu belajar mengalihkan focus ke hal yang lebih baik yang dia alami di hari itu. Aku tidak melarang dia mengabaikan perasaan jengkel, sedih atau marahnya, aku hanya berharap dia tidak MENGHABISKAN energi dia ke hal itu. Karena aku yakin selalu ada hal baik yang terjadi setiap harinya. Jika memang tidak ada, boleh saja merasakana perasaan negatif itu dalam sehari, dua hari atau tiga hari, tapi lalu lepaskan. Tergantung kasusnya, tapi jangan lupa sisihkan ruang untuk merasakan bahagia dan syukur, supaya tidak semakin parah perasaan negatifnya.

Dan semoga hal ini tidak termasuk toxic positivity.


 

April 19, 2023

Dear Me

Hai, hallo aku

Aku tau, kamu sedang kecewa sama diri sendiri, tapi please jangan lama-lama. Jadikan semua ini batu loncatan untuk kamu melompat lebih tinggi. Kecewa sebentar saja, secukupnya saja, lalu bangkit dan memperbaiki diri.


Dear me, 

Aku tahu kamu sedang sedih, kamu ingin menangis meraung-raung dan menyalahkan diri sendiri. Merasa nggak berguna dan juga nggak berarti. Tapi percayalah, keberhasilan dia itu bukan kegagalanmu. Kamu memiliki proses yang berbeda dengan dia. Bagusnya adalah sekarang kamu memiliki bahan bakar untuk memperbaiki diri dan bisa merasakan ambisius


Dear me,

Selama ini kamu heran ke dirimu sendiri karena kamu tidak memiliki ambisi, karena kamu selalu mager dan nggak ada keinginan untuk mengubah hidup. Mungkin inilah saatnya, mungkin inilah pencerahan Allah untukmu. Supaya kamu tergerak untuk memperbiki diri. Supaya kamu memiliki keinginan, supaya kamu ingin maju dan makmur


Dear me,

Kumohon berhentilah bersedih. Sungguh kamu bukan orang yang menyedihkan. Belum mencapai apa yang orang-orang sudah capai itu bukan sebuah kegagalan. Inilah moment ketika kamu menemukan bahan bakar untuk maju dan lebih baik lagi. 

Dear me,

Aku selalu menyayangimu, apapun yang terjadi. Baik dulu maupun sekarang. Baik kerja kerasmu ataupun malasmu. Yang kamu lakukan sudah hebat. Kamu keren, kamu great, kamu awesome


Yang selalu menyayangimu

Aku