March 27, 2022

Merindukannya

 Tiba-tiba tengah malam, aku merindukan menulis di blog ini. Merindukannya pun spesifik, menulis pakai laptop di meja kerjaku. Agak konyol sih, tapi mungkin aku juga merindukan mengetik di keyboard bukan di layar HP. 


Rasanya banyak hal yang ingin kuceritakan. Rasanya banyak hal ingin kucurhatkan di sini. Walau tidak akan ada yang membacanya. Walaupun tidak akan ada tanggapan apapun di sini. Tapi terkadang itu menyenangkan ketika suatu saat aku membacanya lagi. Itu seperti membaca surat untuk diri sendiri dari masa lalu


Sepertinya (tapi aku tidak berjanji) aku akan lebih sering menulis di sini. Setelah kubaca ulang, tahun 2021 aku sama sekali tidak menulis di blog ini. Bahkan aku benar-benar melupakan blog ini. 


Dan bagaimana kabarku di tahun 2022? masih sama seperti sebelum-sebelumnya, masih belum menikah. Masih menunggu dan juga mencari pangeran tampan yang baik hati dan bucin. Kabar baiknya, aku memiliki pekerjaan yang kuimpikan sejak dulu. Pekerjaan yang menyenangkan, yang bisa kukerjakan di mana saja asal ada internet dengan gaji yang alhamdulilah (bagiku sangat) besar. Kamu gimana kabarnya?



January 24, 2020

AKU TERTARIK PADA BANYAK HAL

Beberapa tahun terakhir ini aku tertarik pada banyak hal. Mungkin sebenernya sejak dari dulu banget, cuma aku mengabaikannya. Kalau nggak salah ingat aku  selalu tertarik pada dunia penulisan, lalu dunia fashion, dan isu lingkungan hidup. Tiga hal ini yang secara garis besar yang membuatku selalu tertarik, tapi titik focusnya beda-beda. 
Tapi sayangnya ketertarikanku selalu loncat-loncat dan pindah-pindah. Misalnya nih, pada bulan september-oktober tahun 2019 aku sangat getol membangun akun @ootdrokpanjang lalu kegetolanku agak meredup, ketika ketertarikanku berpindah pada menjahit dan menggambar fashion. Di bulan desember aku bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk menjahit bahkan di akhir pekan aku bisa menjahit seharian. Karena kebiasaanku ini tentu saja akun @ootdrokpanjang agak terbengkalai, makanya insight akun ini sempet merosot tajam.

Sebelum sibuk sama @ootdrokpanjang aku juga sempet getol sama menulis, bahkan berjanji untuk mengisi blog seminggu 2-3x. Lalu kebiasaan menulis kembali redup ketika aku tertarik pada yang lain kalau nggak salah karena akun publik yang kusebutkan tadi.

Sebenernya di bulan november aku belajar manjahit dan menggambar fashion, tapi kemudian hanya focus ke menjahit saja. Sedangkan sekarang, aku sedang sangat gemar untuk membersihkan rumah dengan metode marie kondo, dan juga isu tentang zero waste/zero plastic. Tapi karena aku sedang tertarik sama membersihkan rumah dan juga zero plastic, kegiatan menjahitku jadi tersendat, untungnya akun instagramku enggak. 

Kalau di bulan Desember aku bisa menjahit berjam-jam, di bulan Januari 2020 ini aku hanya menjahit beberapa menit saja bahkan nggak menjahit sama sekali. Padahal saat aku memutuskan untuk belajar menjahit aku berjanji untuk meluangkan waktu minimal 10 menit sehari atau 1 menit. Gitu juga waktu memutuskan belajar menggambar fashion. Tapi dua hal ini jadi nggak kukerjakan karena sedang belajar yang lain.

Oiya karena focus dan ketertarik berubah, rencana akan masa depan juga jadi agak goyah. Jadi bertanya-tanya "bener nggak sih jalan yang mau aku tempuh ini? Yakin nggak ya". Begitu. Makanya masih agak awang-awangen untuk menata hal itu.
Sebenernya sih sedih dan bingung karena focusku selalu loncat-loncat, belum bisa konsisten. Mungkin hal ini yang bikin rasanya hidupku gini-gini aja. Stuck. Karena aku jadi kutu loncat. Tapi saat ini aku sedang menguatkan diri sendiri, bisa jadi prosesnya memang demikian, harus trial error untuk benar-benar  memahami diri sendiri, dan memahami apa sih yang sebenernya membuatku bahagia dan merasa bermakna. Semog ya. Doakan. Aamiin.

Kalau kamu gimana? Tertarik sama apa? Jadi kutu loncat kayak aku atau enggak? Please jawab ya, please let me know apa cuma aku sendiri yang begini.

January 18, 2020

MESIN WAKTU

Aku pernah sungguh-sungguh berharap benda ini benar-benar ada. Bukan mesin yang bisa membuatku pergi ke masa lalu, tapi mesin yang bisa membuatku bisa mengulangi masa lalu. Sehingga aku bisa menjadi orang yang lebih baik di saat ini.

Ada kalanya ketika aku merasa telah membuat pilihan yang salah di masa lalu dan ingin memperbaiki. Ada kalanya juga ketika aku merasa belum siap dewasa dan ingin kembali ke masa-masa muda yang menyenangkan tanpa beban pikiran. Ada masanya ketika aku merasa menjadi manusia yang gagal dan ingin mengulanginya supaya lebih berhasil di saat ini.
Sekarang aku melihatnya semua itu sebagai bentuk kefrustasianku. Ketika aku merasa membutuhkan benda ini, pada saat itulah aku sedang dalam keadaan frustasi. Frustasi yang benar-benar frustasi sehingga seolah-olah hari ini aku sudah tidak bisa memperbaiki semuanya. Seolah masa lalu nggak bisa diperbaiki di waktu ini, seolah di masa depan aku sudah nggak bisa sukses lagi.

Tapi memang ada kalanya ketika aku merindukan masa lalu ketika orang-orang yang membuatku bahagia mudah kutemui. Ketika berbahagia dengan mereka itu hal yang biasa dan kejumpai setiap waktu. 

January 11, 2020

11 Januari, Catatan Syukurku

Alhamdulilah hari ini pun aku bisa memenuhi jadwal yang telah kurencanakan semalam sebelumnya. Jam 10 aku sudah siap dandan dan jam 11 sudah siap ngantor. Sudah dua hari ini aku bisa memenuhi jadwalku. I am so proud of myself. Tidak membuang-buang waktu ternyata cukup membuat bahagia. Sebenernya ini pengen aku tulis di buku syukurku, tapi aku belum punya buku syukur. Jadi supaya tidak mudah kulupakan dan tidak berakhir dengan kubakar maka aku menuliskannya di sini. Lagian lama juga aku nggak nulis di sini.

Ke depan mungkin aku akan belajar tentang prioritas, biar kemajuan dalam hidupku lebih terlihat. Untuk saat ini aku hanya akan belajar tentang patuh pada jadwal yang telah kubuat sendiri.

August 5, 2019

Masih tentang Bahagia

Yuhuuuu, pembaca yang budiman I'm back setelah beberapa hari sok sibuk dan nggak update blog. Aku kembali dengan kabar yang membahagiakan. Yaiyuuuuu.... akun instagram aku yang membahas tentang OOTD (yang pernah kuceritakan di sini) followersnya naik dengan significant. Yiiihaaa... 

Setelah ikut #21harikuliahig followersnya naik dengan lumayan tajam (tentang #21harikuliahig pernah kuceritakan sedikit di sini). Pernah sehari naik sekitar 150 followers. Itu membuatku bahagiaaaaaa banget.

Tapiiii... yang membuatku sedih adalah sekarang aku nggak focus sama kenyataan bahwa akun ini hanya untuk menghiburku di kala aku sedang bete atau sedang pengen cari hiburan. Sekarang aku justru merasa terbebani dengan, aku harus cari konten yang viral, konten yang menghasilkan banyak like dan followers. Lantas bersedih hati ketika like nya dikit, kenaikan followersnya nggak banyak. Begitu.

Jujur sejak awal akun ini hanyalah akun iseng, kubuat iseng banget, dan nggak pernah berharap dan nyangka bakal banyak yang follow. Karena dulu ada seorang yang ekspert (dia ternak dan jualan akun instagram) bilang kalau akun ootd itu susah naiknya. Kuinget banget kata-katanya itu. Tapi akun @ootdtokpanjang ku ini kubuat lalu kutinggal gitu aja tetap banyak yang follow, padahal belum ada 100 foto. Sejak itu aku lumayan rajin update. Intinya akun ini awalnya hanyalah akun iseng-iseng berbahagia hiburan kala susah aja.

But! Nggak usah khawatir sejak nulis ini tadi aku sudah bertekad nih untuk tetap focus pada apa yang bikin bahagia. Aku akan bikin konten yang kusenangi, menjalani dengan bahagia dan melupakan apa yang membebani. Tentu saja engagement diperhatikan, tapi diusahakan tetap bahagia apapun hasilnya. Karena sejak awal ini hanyalah akun iseng iseng berbahagia.
Ini kunjungannya menurutku kece badai, mencapai 60% dari jumlah followers. Akun jualanku aja belum pernah segini 😂😂

Oiya yang mau kepo silakan klik link atau search @ootdrokopanjang . Buat yang nggak pakai rok panjang juga bisa dapet manfaat lainnya kok karena ada tips fashion juga. Jangan lupa difollow dan ajakin temenmu follow juga ya.

July 23, 2019

Classing Membuatku Bahagia

Yang pernah baca postinganku di sini pasti tau kalau aku sedang berusaha untuk focus ke hal-hal yang membuatku bahagia. Dan aku baru sadar kalau ternyata classing membuatku bahagia. Classing atau belajar dalam sebuah kelas membuatku bahagia. Dulu waktu kuliah, ada setressnya juga sih, tapi lebih banyak bahagianya. Waktu kursus bahasa inggris di Sanata Dharma juga aku sering setress kalau suruh ngomong di depan kelas, tapi tetep aku merasa lebih banyak senengnya.

Ketemu orang baru, punya target yang dipelajari, dapat nilai (tahu kemajuan diri sendiri), bisa tau kemampuan diri dibanding dengan yang lain. Aku suka sekali. Menulis ini, aku jadi pengen kuliah fashion. Hahaha... tapi di jogja aja yang ada kelas untuk manusia dewasanya sepertiku (nggak mau dibilang tua)

Sebenernya, kelas yang aku sukai itu kelas offline. Karena bisa ketemu temen-temen baru, bisa ngobrolin "kamu sudah ngerjain PR belum sih", "tugas yang ini maksudnya gimana sih?" atau bergosip "eh dosen yang itu galak ya?" Lalu ketika ada temen yang asyik sepemikiran kita janjian makan di manaa gt, kemudian akrab lalu jadi sahabat selamanya. Wkwkww, ini sebenernya seneng sama kelasnya apa sama nggosipnya? 😜😜😜

Suka semuanya kok. Serius. Hal-hal kayak gitu yang kusukai di kelas offline. Tapi karena kelas offline akhir-akhir ini jarang yang kuminati, jadinya kelas online pun kuambil kalau sesuai sama apa yang pengen kupelajari.

Tahun ini aku sudah ikut dua kelas online. Awal tahun aku ikut kelas mentoring online, lupa judulnya. Wkwkwk, maafkan. Kelas instagram yang bisa menghasilkan uang yang jelas. Kelas online dengan mentor mak diah gomay muridnya Richo Huang. Dan yang bulan ini ikut 21 HARI KULIAH IG punya Richo Huang juga. 

Kok punya Richo Huang semua sih? Soalnya dulu pernah beli buku jago jualan di instagram. Dan work banget. Buku inilah yang menjadikan aku bisa berjualan di instagram dan beneran laku. Karena cocok sama ilmunya yang aplikatif aku mikir mungkin kelas-kelasnya juga akan cocok buatku. Kalau menuruku ikut kelas itu juga cocok-cocokan. Ada kelas yang cocok untuk orang tertentu tapi nggak cocok untuk yang lain. 

Nah karena merasa cocok jadilah aku ikut kelas mentoring onlinenya. Dan memang works juga. Bisa menghasilkan juga. Akunya aja yang males-malesan makanya omset belum puluhan juta, tapi masih lumayan lah dibanding jualanku yang sebelumnya. Hehehe...

Dan beneran kok dua kelasnya nggak mengecewakan. Serius ini kayak tulisan marketing ya, tapi serius gak dibayar sepeser pun cuma pengen cerita aja. Sebenernya pengen cerita kelas 21 HARI KULIAH IG juga. Tapi tulisannya sudah terlalu panjang. Lanjut besok saja.

July 18, 2019

Menghargai Diri Sendiri

Aku tuh sering banget kecewa sama diri sendiri dan kurang bisa menghargai diri sendiri, bahkan untuk hal-hal yang sangat sepele. Konon katanya ini karena aku ini golongan manusia perfectionist. Apa-apa maunya sempurna.

Beberapa hari yang lalu juga gitu. Jadi aku ini paling hobi bangun siang, biasanya habis solat subuh tidur lagi, lalu bangun lagi sekitar jam 8 atau 9. Iya ini kebiasaan buruk banget. 

Beberapa hari yang lalu aku sudah berhasil mengenyahkan rasa ngantuk. Aku mengerjakan ini itu untuk mengalihkan keinginan tidur lagi, tapi agak siang dikit aku kembali menghujani diri sendiri dengan kritikan. Gimana sih udah bagun pagi jam segini baru selesai juga, sama aja dong. Kok kebanyakan main hp aja sih, kalau bagun pagi tuh harusnya kerjaan rumah bisa selesai lebih pagi juga, dsb.

Lalu beberapa jam berikutnya aku sadar, harusnya aku nggak kayak gini. Harusnya aku focus pada pencapaian yang sudah kulakukan hari ini. Bukannya merasa kecewa dan mengkritik diri sendiri. Kalau kayak gini bisa-bisa aku malas bangun pagi lagi. Dan akan membuatku enggan untuk melakukan perbaikan.

Jadi saat itu juga aku focus pada hal-hal positif yang sudah kucapai. Aku sudah bangun pagi, aku berhasil nulis materi blog di pagi hari, kembali membaca buku melawan kemustahilan walau belum selesai. Setelah berpikir demian aku jadi sedikit lebih bahagia. Semoga selalu berpikiran positif ini bisa selalu kulakukan. Juga kebiasaan bangun pagi. Semoga semua itu jadi kebiasaan terus menerus. Aamiin. Doakan man-teman.