April 19, 2023

Dear Me

Hai, hallo aku

Aku tau, kamu sedang kecewa sama diri sendiri, tapi please jangan lama-lama. Jadikan semua ini batu loncatan untuk kamu melompat lebih tinggi. Kecewa sebentar saja, secukupnya saja, lalu bangkit dan memperbaiki diri.


Dear me, 

Aku tahu kamu sedang sedih, kamu ingin menangis meraung-raung dan menyalahkan diri sendiri. Merasa nggak berguna dan juga nggak berarti. Tapi percayalah, keberhasilan dia itu bukan kegagalanmu. Kamu memiliki proses yang berbeda dengan dia. Bagusnya adalah sekarang kamu memiliki bahan bakar untuk memperbaiki diri dan bisa merasakan ambisius


Dear me,

Selama ini kamu heran ke dirimu sendiri karena kamu tidak memiliki ambisi, karena kamu selalu mager dan nggak ada keinginan untuk mengubah hidup. Mungkin inilah saatnya, mungkin inilah pencerahan Allah untukmu. Supaya kamu tergerak untuk memperbiki diri. Supaya kamu memiliki keinginan, supaya kamu ingin maju dan makmur


Dear me,

Kumohon berhentilah bersedih. Sungguh kamu bukan orang yang menyedihkan. Belum mencapai apa yang orang-orang sudah capai itu bukan sebuah kegagalan. Inilah moment ketika kamu menemukan bahan bakar untuk maju dan lebih baik lagi. 

Dear me,

Aku selalu menyayangimu, apapun yang terjadi. Baik dulu maupun sekarang. Baik kerja kerasmu ataupun malasmu. Yang kamu lakukan sudah hebat. Kamu keren, kamu great, kamu awesome


Yang selalu menyayangimu

Aku

March 27, 2023

Inferior komplekku

 Kalau mengingat inferior komplekku yang sangat parah itu, aku sering malu sendiri. Serius deh. Kadang nutup muka, kadang nutup kuping sambil bilang "hiiihhh". Karena amat sangat ingin diakui, dulu kadang aku mengatakan sesuatu yang memalukan hanya demi mendapat pengakuan orang lain. How pathetic i was. Semacam "oh aku kenal orang ini yang bekerja di sini, bla bla bla..." 


Kalau sekarang inget ini, aku maluuuu. Terus reaksiku sekarang kayak "emang kenapa?", kayak reaksiku kalau aku nemu orang macam ini di saat ini πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚. Tapi karena pernah mengalami hal ini, aku jadi bisa memahami alasan kenapa kadang orang melakukan hal-hal konyol macam ini. Mereka ingin diakui. Mereka nggak percaya sama dirinya sendiri, sehingga butuh validasi dari orang lain. 

foto dari sini


Aku memahamimu kawan. Percayalah. Jadi, aku akan berusaha memahamimu. Dan kalau aku sedang tidak muak dengan kesombonganmu, semoga aku bisa meninggikan egomu. Mendengarkan cerita omong kosongmu yang kadang melelahkan itu. Semoga

January 13, 2023

Dear 2022

 Hai 2022, selamat tinggal


Terima kasih banyak untuk hari-hari yang indah dan menyenangkan. Aku amat sangat bahagia, aku amat sangat bersyukur.


Tahun 2022

Aku semakin akrab dengan beberapa teman lama. Aku amat sangat mensyukurinya. Tahun 2022 aku juga bertemu dua teman baru yang sevibrasi dan menyenangkan. Alhamdulilah, aku juga sangat bersyukur karenanya. Hari-hariku menjadi amat sangat menyenangkan karena mereka. Aku jadi punya teman kerja di cafe. Aku juga punya temen curhat yang menyenangkan. Aku amat sangat bersyukur karena mereka ada


Tahun 2022

Pandemi, pelan-pelan berakhir. Kini kami sudah beraktivitas seperti biasa. Aku kembali bisa bertemu dengan temen-temen lama yang mudik dari perantauan. Mereka sudah mulai berani mudik dan kami sudah berani bertemu. Aku amat sangat bersyukur tentang hal itu


Tahun 2022

Sepertinya inferior kompleksku berkurang sangat banyak, yang jelas aku  jauuuhhh lebih bahagia. Di tahun 2022 aku amat sangat bahagia. Aku kembali berbahagia, yang dulu kupikir nggak akan bisa aku rasakan lagi. 


Tahun 2022

Aku mulai rajin membaca buku lagi, sama-sama untuk mencari kebahagiaan tapi kali ini genrenanya beda. Sekarang aku lebih suka membaca buku pengembangan diri. Dengan membacanya pikiran dan perasaanku semakin membaik


Tahun 2022

Aku kembali menerapkan LOA dan mempercayai bahwa ini beneran ada dan bisa bekerja


Tahun 2022 

Akan menjadi tahun yang aku syukuri dan kukenang sebagai tahun bertemunya aku dengan teman-teman japokku dan juga kembalinya aku membaca buku-buku, dan reuniku dengan LOA. 


Terakhir aku ingin berterima kasih untuk diriku sendiri yang sudah bekerja keras dan cerdas, yang banyak belajar dan berusaha, yang selalu mengusahakan berbahagia dan berusaha positif thinking. Terima kasih banyak. Kamu hebat, kamu keren

November 2, 2022

Normal Nggak Sih?

Kadang aku mikir "normal nggak si aku?" 🀣🀣🀣

Karena aku kerja di rumah, aku jarang sekali ke luar rumah. Kadang seminggu aku bisa nggak ke luar rumah sama sekali. Paling banter nyapu di depan rumah aja. Normal nggak sih? hahaha.

Waktu masih ngantor pun sebenarnya aku jarang ke luar rumah, tapi karena harus ke kantor at least aku ke luar rumah dong ya. Waktu di rumah belum ada wifi aku sering ke rumah kakakku demi numpang wifi. Tapi sekarang ini di rumah sudah ada wifi, aku kerja dari rumah. Jadi aku sama sekali nggak pernah ke luar rumah. 

Belanja kadang kakakku, kadang ponakanku, seringnya ada yang datang ke rumah nyamperin dagangannya. Jadi otomatis seminggu bahkan dua minggu aku nggak ke luar rumah sama sekali. Aku nggak tau ini normal atau enggak yang jelas aku nyaman begitu 🀭



October 24, 2022

Inferior Kompleks

Aku merasa pernah mengalami ini (inferior komplek), tapi tentu saja cuma diagnosa sendiri. Entah bener atau salah, tapi apa yang kurasakan itu nggak enak banget. Setiap hari rasanya nggak bahagia. Aku merasa sendiri, nggak punya teman dan rasanya hidupku nggak menyenangkan. Semua orang terasa meninggalkanku. Aku membenci hidupku dan juga takut akan masa depanku. Aku nggak bahagia waktu itu

Karena pernah merasa seperti itu, dan tahu bagaimana nggak bahagia dan menderitanya perasaan itu, aku nggak mau, orang-orang terdekatku atau teman-temanku merasakan hal yang sama. Mengalami apa yang kualami dulu. Aku nggak mau, karena itu sangat tidak membahagiakan. Karena hal itu membuat menderita

Aku berharap, teman-temanku selalu bahagia dan juga sehat. Aku juga berharap bisa menemani temanku saat dia merasa butuh teman. Tapi aku tidak tahu apakah keberadaanku adalah penyembuh atau pembuat luka. Semoga yang pertama. Aku juga nggak tau apakah saat merasa seperti itu mereka butuh teman atau enggak 😭😭😭 Tapi ya Rabb aku sungguh berharap mereka semua baik-baik saja

Ya Rabb, lindungi teman-temanku jauhkan mereka dari penderitaan jiwa dan raga. Aamiin



October 11, 2022

Hasrat pamer

Tau kan aku pernah kecewa karena prosentase komisi shopee affiliate diturunkan? Yang otomatis penghasilanku menurun. Walau alhamdulilah sampai tulisan ini diposting belum banyak perubahan dari bulan sebelumnya, (mungkin karena masih ada sisa pesanan dari bulan lalu) tapi setelah kejadian ini aku justru lebih santai, lebih tenang, lebih nggak ngoyo, nggak ambis dan sepertinya lebih bahagia. 


Saat komisiku besar aku sering gelisah komisiku akan turun (dan karena aku percaya LOA hal ini justru menarik yang kugelisahkan dan takutkan, yang akhirnya apa yang kutakutkan beneran mewujud). Ya memang ada saat-saat aku bahagia banget, selalu merasa melayang di atas awan, selalu merasa nggak percaya bisa punya penghasilan banyak banget, selalu bersyukur,  tapi di akhir-akhir itu aku lebih sering merasa khawatir dibanding bahagia. Aku juga jadi terlalu ngoyo sama target komisi. Aku merasa sangat bersalah ketika aku nggak promosi shopee affiliate karena ini akan mengurangi komisiku. Pokoknya hidupku nggak tenang, aku terfocus pada hasil komisi dibanding menikmati kegiatannya. Posting instagram jadi nggak semenyenangkan dulu. 


Dan hari ini aku sadar, setelah komisiku tak sebanyak dulu, hasrat pamer kekayaanku ternyata juga menurun. Ya iyalah,, apa yang mau dipamerkan? Wkwkwkw.. Ya tapi kan tetep harus disyukuri, daripada sudah nggak berpenghasilan banyak, tapi masih pengen pamer kejayaan masa lalu. Ya kan?


Jujurly, ketika penghasilanku buwanyak dan melimpah, kadang aku punya keinginan untuk memamerkannya. Ini lho penghasilanku segini, ini lho aku mampu beli ini, itu, anu, ana, uni, bla bla bla. Kalau kamu nggak merasakannya, itu karena aku berusaha menahannya. Saat itu aku juga merasa nggak mau kalah sama orang lain, terutama dalam hal kekayaan, walau aku belum sempat melakukan apa-apa, tapi terbersit keinginan untuk diakui "memiliki banyak penghasilan".


Aku juga berkeinginan punya kendaraan roda empat, bukan karena butuh, tapi karena pengen diakui "orang berpunya". Aku pengen beli, meskipun "hanya" (mungkin bagimu hanya tapi bagiku ini pencapaian besar) mampu membeli mobil second, tapi untungnya aku masih bisa menahannya. Aku lebih memilih menabung (mungkin) buat buka usaha atau buat modal nikah (biar nggak menyusahkan orang tua), atau modal membesarkan anak. 


Demikian cerita sangat pentingku, semoga kita semua selalu bahagia, apapun yang terjadiπŸ’•πŸ’•πŸ’•

September 19, 2022

Rewangan (part 2)

Ahamdulillah, akhirnya aku terbebas dari hari-hari yang melelahkan secara fisik dan mental itu. Bagi beberapa orang mungkin rewangan hanya melelahkan secara fisik saja, tapi bagiku ini melelahkan fisik dan juga mentalku. Setiap saat aku harus memperhatikan perilakuku dan juga perkataanku. Salah sedikit bisa menjadi gosip yang berkepanjangan dan nggak akan pernah dilupakan oleh banyak orang. 

Di rewangan aku juga selalu was-was akan mendapatkan kritik dan juga kata-kata kasar dari orang lain. Aku juga takut tersakiti karena aku salah melakukan sesuatu yang nggak aku sadari lalu kena omelan. Aku sudah beberapa kali kena di beberapa rewangan yang sudah-sudah. Tapi alhamdulilah, kali ini aku nggak mengalaminya. Aku amat sangat bersyukur akan hal itu.

Bisa dibilang di rewangan kali ini aku sukses besar. Aku bangga sama diri sendiri. Kamu hebat fatkah, makasih buat kerja kerasmu. Kini mari menjalani hari biasa yang bahagia, dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan, karena hari-hari berat itu sudah berlalu. Aku bangga padamu. Terima kasih banyak. Kamu hebat, kamu keren, kamu membanggakan. Aku sayang kamuuuu