Gimana sih caranya carik suamik? Kok kayaknya rang-orang gampil aja dapetnya. Orang yang kayaknya nggak pernah pacaran tiba-tiba tunangan aja. Orang yang kayaknya pendiem banget, tiba-tiba sudah dapet lamaran. Kayak gampang aja gitu (sebagai orang yang hanya melihat)
September 1, 2023
August 23, 2023
Apakah Aku Toxic Postitivity? Part #2
Setelah aku baca-baca dan memahami lebih jauh tentang maksud toxic positivity, kayaknya aku termasuk orang-orang yang dikategorikan dalam hal itu. Mungkin buku-buku seri The Secret juga masuk dalam kategori itu. Tapi aku merasa nggak papa aku dimasukkan dalam kategori itu, daripada menjadi toxic negativity. Aku merasa pernah menjadi keduanya, baik toxic negatif maupun toxic positif, dan aku merasa toxic positif jauh lebih baik.
Ketika berada di posisi toxic negatifity, itu nggak enak banget gengs, serius nggak enak banget. Perasaan yang ada itu hanya sedih, marah, benci, iri dan hal-hal lain yang membuat menderita lainnya. Dan kalau (pun aku dimasukkan) dalam kategori toxic positivity menurutku kondisinya lebih baik. Karena seenggaknya, aku masih bisa merasa bahagia, merasa bersyukur dan berusaha untuk melihat hal-hal positif. Aku masih bisa melihat secercah harapan dan semoga menjadi kebahagiaan yang besar.
Dan kalau memang aku dimasukkan dalam kategori toxic positivity, aku berusaha untuk tidak demikian. Karena katanya, toxic satu ini membuat seseorang kurang bisa berempati pada penderitaan/kesedihan/kebencian orang lain. Percayalah aku masih memiliki empaty, aku nggak selalu bahagia, aku nggak selalu mengingkari perasaanku yang sesungguhnya. Tapi aku memang berusaha untuk tidak terlalu banyak bersedih, jengkel dan marah. Aku berusaha untuk lebih bahagia, karena aku nggak mau berada dalam lingkaran penderitaan itu lagi. Aku berusaha keluar dari itu dengan (yang mereka katakan sebagai) toxic positivity.
July 28, 2023
Apakah Aku Toxic Positivity?
Aku penasaran apakah aku termasuk orang dalam kategori toxic positivity? Beberapa hari yang lalu temanku mengunggah tentang toxic positivty dan aku membacanya, lalu aku bertanya-tanya apakah aku dalam kondisi seperti itu? Sebenarnya aku sudah pernah mendengar tentang toxic positivty ini namun aku belum paham benar.
Sejak membaca ulang buku seri the secret (yang ada the magic, the hero, the power dll) aku mulai belajar untuk menjadi pribadi yang positif. Aku juga berusaha untuk menyaring/filter apa yang masuk dalam diriku. Apa yang kudengar, apa yang kulihat dan apa yang aku baca dan juga apa yang aku bicarakan.
Memfilter apa yang aku dengar ini kadang membuatku merasa kesal kalau ada orang yang curhat hal yang menjengkelkan yang diulang berkali-kali (padahal cerita yang sama). Kenapa hal itu harus diulang-ulang? Aku akan mendengarkan jika itu bukan sesuatu yang diulang-ulang. Karena pengulangan cerita adalah memberikan energi lebih banyak ke hal itu. Bukanlah lebih baik kalau hanya diceritakan sekali, lalu focus ke hal lain yang lebih membahagiakan.
Sejak menulis jurnal syukur ada satu hal yang aku sadari "kadang ada satu hal kecil yang bisa kamu exagerate dan itu bisa membuat satu harimu jadi indah (atau indah sekali). Dulu ketika aku mengalami masalah dengan rasa ketidakpercayaan diriku, aku sering menjumpai hal kecil yang menganggu di hati, yang kuanggap merusak satu hariku. Namun dengan menulis jurnal syukur, sekarang kebalikannya. Aku bisa membesar-besarkan hal kecil indah untuk membuat satu hariku menyenangkan dan membahagiakan.
Nah aku berharap orang yang mengulang-ulang cerita menyedihkan/menjengkelkan itu berhenti mengulang, lalu belajar mengalihkan focus ke hal yang lebih baik yang dia alami di hari itu. Aku tidak melarang dia mengabaikan perasaan jengkel, sedih atau marahnya, aku hanya berharap dia tidak MENGHABISKAN energi dia ke hal itu. Karena aku yakin selalu ada hal baik yang terjadi setiap harinya. Jika memang tidak ada, boleh saja merasakana perasaan negatif itu dalam sehari, dua hari atau tiga hari, tapi lalu lepaskan. Tergantung kasusnya, tapi jangan lupa sisihkan ruang untuk merasakan bahagia dan syukur, supaya tidak semakin parah perasaan negatifnya.
Dan semoga hal ini tidak termasuk toxic positivity.
April 19, 2023
Dear Me
Hai, hallo aku
Aku tau, kamu sedang kecewa sama diri sendiri, tapi please jangan lama-lama. Jadikan semua ini batu loncatan untuk kamu melompat lebih tinggi. Kecewa sebentar saja, secukupnya saja, lalu bangkit dan memperbaiki diri.
Dear me,
Aku tahu kamu sedang sedih, kamu ingin menangis meraung-raung dan menyalahkan diri sendiri. Merasa nggak berguna dan juga nggak berarti. Tapi percayalah, keberhasilan dia itu bukan kegagalanmu. Kamu memiliki proses yang berbeda dengan dia. Bagusnya adalah sekarang kamu memiliki bahan bakar untuk memperbaiki diri dan bisa merasakan ambisius
Dear me,
Selama ini kamu heran ke dirimu sendiri karena kamu tidak memiliki ambisi, karena kamu selalu mager dan nggak ada keinginan untuk mengubah hidup. Mungkin inilah saatnya, mungkin inilah pencerahan Allah untukmu. Supaya kamu tergerak untuk memperbiki diri. Supaya kamu memiliki keinginan, supaya kamu ingin maju dan makmur
Dear me,
Kumohon berhentilah bersedih. Sungguh kamu bukan orang yang menyedihkan. Belum mencapai apa yang orang-orang sudah capai itu bukan sebuah kegagalan. Inilah moment ketika kamu menemukan bahan bakar untuk maju dan lebih baik lagi.
Dear me,
Aku selalu menyayangimu, apapun yang terjadi. Baik dulu maupun sekarang. Baik kerja kerasmu ataupun malasmu. Yang kamu lakukan sudah hebat. Kamu keren, kamu great, kamu awesome
Yang selalu menyayangimu
Aku
March 27, 2023
Inferior komplekku
Kalau mengingat inferior komplekku yang sangat parah itu, aku sering malu sendiri. Serius deh. Kadang nutup muka, kadang nutup kuping sambil bilang "hiiihhh". Karena amat sangat ingin diakui, dulu kadang aku mengatakan sesuatu yang memalukan hanya demi mendapat pengakuan orang lain. How pathetic i was. Semacam "oh aku kenal orang ini yang bekerja di sini, bla bla bla..."
Kalau sekarang inget ini, aku maluuuu. Terus reaksiku sekarang kayak "emang kenapa?", kayak reaksiku kalau aku nemu orang macam ini di saat ini 😂😂😂. Tapi karena pernah mengalami hal ini, aku jadi bisa memahami alasan kenapa kadang orang melakukan hal-hal konyol macam ini. Mereka ingin diakui. Mereka nggak percaya sama dirinya sendiri, sehingga butuh validasi dari orang lain.
foto dari siniAku memahamimu kawan. Percayalah. Jadi, aku akan berusaha memahamimu. Dan kalau aku sedang tidak muak dengan kesombonganmu, semoga aku bisa meninggikan egomu. Mendengarkan cerita omong kosongmu yang kadang melelahkan itu. Semoga
January 13, 2023
Dear 2022
Hai 2022, selamat tinggal
Terima kasih banyak untuk hari-hari yang indah dan menyenangkan. Aku amat sangat bahagia, aku amat sangat bersyukur.
Tahun 2022
Aku semakin akrab dengan beberapa teman lama. Aku amat sangat mensyukurinya. Tahun 2022 aku juga bertemu dua teman baru yang sevibrasi dan menyenangkan. Alhamdulilah, aku juga sangat bersyukur karenanya. Hari-hariku menjadi amat sangat menyenangkan karena mereka. Aku jadi punya teman kerja di cafe. Aku juga punya temen curhat yang menyenangkan. Aku amat sangat bersyukur karena mereka ada
Tahun 2022
Pandemi, pelan-pelan berakhir. Kini kami sudah beraktivitas seperti biasa. Aku kembali bisa bertemu dengan temen-temen lama yang mudik dari perantauan. Mereka sudah mulai berani mudik dan kami sudah berani bertemu. Aku amat sangat bersyukur tentang hal itu
Tahun 2022
Sepertinya inferior kompleksku berkurang sangat banyak, yang jelas aku jauuuhhh lebih bahagia. Di tahun 2022 aku amat sangat bahagia. Aku kembali berbahagia, yang dulu kupikir nggak akan bisa aku rasakan lagi.
Tahun 2022
Aku mulai rajin membaca buku lagi, sama-sama untuk mencari kebahagiaan tapi kali ini genrenanya beda. Sekarang aku lebih suka membaca buku pengembangan diri. Dengan membacanya pikiran dan perasaanku semakin membaik
Tahun 2022
Aku kembali menerapkan LOA dan mempercayai bahwa ini beneran ada dan bisa bekerja
Tahun 2022
Akan menjadi tahun yang aku syukuri dan kukenang sebagai tahun bertemunya aku dengan teman-teman japokku dan juga kembalinya aku membaca buku-buku, dan reuniku dengan LOA.
Terakhir aku ingin berterima kasih untuk diriku sendiri yang sudah bekerja keras dan cerdas, yang banyak belajar dan berusaha, yang selalu mengusahakan berbahagia dan berusaha positif thinking. Terima kasih banyak. Kamu hebat, kamu keren
November 2, 2022
Normal Nggak Sih?
Kadang aku mikir "normal nggak si aku?" 🤣🤣🤣
Karena aku kerja di rumah, aku jarang sekali ke luar rumah. Kadang seminggu aku bisa nggak ke luar rumah sama sekali. Paling banter nyapu di depan rumah aja. Normal nggak sih? hahaha.
Waktu masih ngantor pun sebenarnya aku jarang ke luar rumah, tapi karena harus ke kantor at least aku ke luar rumah dong ya. Waktu di rumah belum ada wifi aku sering ke rumah kakakku demi numpang wifi. Tapi sekarang ini di rumah sudah ada wifi, aku kerja dari rumah. Jadi aku sama sekali nggak pernah ke luar rumah.
Belanja kadang kakakku, kadang ponakanku, seringnya ada yang datang ke rumah nyamperin dagangannya. Jadi otomatis seminggu bahkan dua minggu aku nggak ke luar rumah sama sekali. Aku nggak tau ini normal atau enggak yang jelas aku nyaman begitu ðŸ¤










