Sebenarnya ini lucu sih. Kamu lebih kaya dariku, kamu punya pekerjaan tetap yang prestisius, status sosialmu juga jauh di atasku, tapi lucunya aku mengkhawatirkanmu. Aku mengharapkan kebahagiaanmu, selalu berharap dan berdoa semoga kamu baik baik saja dan punya hidup yang cukup menyenangkan
Bukankah seharusnya aku nggak perlu mengkhawatirkanmu, bukankah seharusnya aku mengkhawatirkan diriku sendiri?
Karena lucunya aku nggak punya pekerjaan tetap, apalagi yang prestisius, bahkan sekarang sedang bertahan hidup dengan uang tabungan, status sosial nggak usah ditanya, tapi tetap saja aku mengkhawatirkanmu, yang kalau dilihat lihat harusnya nggak perlu kukhawatirkan.
Tapi kebahagiaan kadang nggak berbanding lurus dengan pekerjaan dan penghasilan. Itulah kenapa aku mengkhawatirkanmu
Karena lucunya meskipun kehidupan ekonomiku jauh di bawahmu tapi aku sering bahagia, aku sering happy, aku punya banyak teman yang sering ada untukku, aku sering melewati hari hari yang menyenangkan. Dan sepertinya aku lebih bahagia darimu. Jadi nggak papa ya jika aku sering mengkhawatirkanmu lalu mendoakanmu. Sungguh aku mengkhawatirkanmu dan mengharapkan kebahagiaanmu
Tapi lebih lucunya lagi, kamu mungkin hanya tau wajahku, tapi nggak mengenalku, nggak tau namaku, dan bahkan mungkin sudah nggak mengingatku.

No comments:
Post a Comment