July 23, 2019

Classing Membuatku Bahagia

Yang pernah baca postinganku di sini pasti tau kalau aku sedang berusaha untuk focus ke hal-hal yang membuatku bahagia. Dan aku baru sadar kalau ternyata classing membuatku bahagia. Classing atau belajar dalam sebuah kelas membuatku bahagia. Dulu waktu kuliah, ada setressnya juga sih, tapi lebih banyak bahagianya. Waktu kursus bahasa inggris di Sanata Dharma juga aku sering setress kalau suruh ngomong di depan kelas, tapi tetep aku merasa lebih banyak senengnya.

Ketemu orang baru, punya target yang dipelajari, dapat nilai (tahu kemajuan diri sendiri), bisa tau kemampuan diri dibanding dengan yang lain. Aku suka sekali. Menulis ini, aku jadi pengen kuliah fashion. Hahaha... tapi di jogja aja yang ada kelas untuk manusia dewasanya sepertiku (nggak mau dibilang tua)

Sebenernya, kelas yang aku sukai itu kelas offline. Karena bisa ketemu temen-temen baru, bisa ngobrolin "kamu sudah ngerjain PR belum sih", "tugas yang ini maksudnya gimana sih?" atau bergosip "eh dosen yang itu galak ya?" Lalu ketika ada temen yang asyik sepemikiran kita janjian makan di manaa gt, kemudian akrab lalu jadi sahabat selamanya. Wkwkww, ini sebenernya seneng sama kelasnya apa sama nggosipnya? 😜😜😜

Suka semuanya kok. Serius. Hal-hal kayak gitu yang kusukai di kelas offline. Tapi karena kelas offline akhir-akhir ini jarang yang kuminati, jadinya kelas online pun kuambil kalau sesuai sama apa yang pengen kupelajari.

Tahun ini aku sudah ikut dua kelas online. Awal tahun aku ikut kelas mentoring online, lupa judulnya. Wkwkwk, maafkan. Kelas instagram yang bisa menghasilkan uang yang jelas. Kelas online dengan mentor mak diah gomay muridnya Richo Huang. Dan yang bulan ini ikut 21 HARI KULIAH IG punya Richo Huang juga. 

Kok punya Richo Huang semua sih? Soalnya dulu pernah beli buku jago jualan di instagram. Dan work banget. Buku inilah yang menjadikan aku bisa berjualan di instagram dan beneran laku. Karena cocok sama ilmunya yang aplikatif aku mikir mungkin kelas-kelasnya juga akan cocok buatku. Kalau menuruku ikut kelas itu juga cocok-cocokan. Ada kelas yang cocok untuk orang tertentu tapi nggak cocok untuk yang lain. 

Nah karena merasa cocok jadilah aku ikut kelas mentoring onlinenya. Dan memang works juga. Bisa menghasilkan juga. Akunya aja yang males-malesan makanya omset belum puluhan juta, tapi masih lumayan lah dibanding jualanku yang sebelumnya. Hehehe...

Dan beneran kok dua kelasnya nggak mengecewakan. Serius ini kayak tulisan marketing ya, tapi serius gak dibayar sepeser pun cuma pengen cerita aja. Sebenernya pengen cerita kelas 21 HARI KULIAH IG juga. Tapi tulisannya sudah terlalu panjang. Lanjut besok saja.

July 18, 2019

Menghargai Diri Sendiri

Aku tuh sering banget kecewa sama diri sendiri dan kurang bisa menghargai diri sendiri, bahkan untuk hal-hal yang sangat sepele. Konon katanya ini karena aku ini golongan manusia perfectionist. Apa-apa maunya sempurna.

Beberapa hari yang lalu juga gitu. Jadi aku ini paling hobi bangun siang, biasanya habis solat subuh tidur lagi, lalu bangun lagi sekitar jam 8 atau 9. Iya ini kebiasaan buruk banget. 

Beberapa hari yang lalu aku sudah berhasil mengenyahkan rasa ngantuk. Aku mengerjakan ini itu untuk mengalihkan keinginan tidur lagi, tapi agak siang dikit aku kembali menghujani diri sendiri dengan kritikan. Gimana sih udah bagun pagi jam segini baru selesai juga, sama aja dong. Kok kebanyakan main hp aja sih, kalau bagun pagi tuh harusnya kerjaan rumah bisa selesai lebih pagi juga, dsb.

Lalu beberapa jam berikutnya aku sadar, harusnya aku nggak kayak gini. Harusnya aku focus pada pencapaian yang sudah kulakukan hari ini. Bukannya merasa kecewa dan mengkritik diri sendiri. Kalau kayak gini bisa-bisa aku malas bangun pagi lagi. Dan akan membuatku enggan untuk melakukan perbaikan.

Jadi saat itu juga aku focus pada hal-hal positif yang sudah kucapai. Aku sudah bangun pagi, aku berhasil nulis materi blog di pagi hari, kembali membaca buku melawan kemustahilan walau belum selesai. Setelah berpikir demian aku jadi sedikit lebih bahagia. Semoga selalu berpikiran positif ini bisa selalu kulakukan. Juga kebiasaan bangun pagi. Semoga semua itu jadi kebiasaan terus menerus. Aamiin. Doakan man-teman. 

July 15, 2019

Bersyukurnya Aku

Bersyukurnya aku memiliki blog ini. Aku juga bersyukur pernah menulis bersama penamerah. Tapi aku juga menyesal telah melewatkan lebih banyak waktu tanpa menulis. Walau dulu sering menulis dengan terpaksa hanya karena memenuhi tugas penamerah sekarang aku bersyukur. Karena aku bisa membaca apa yang kupikirkan atau kurasakan waktu itu. 

Terkadang saat kubaca ulang tulisanku aku merasa seperti berkenalan dengan orang baru, karena aku benar-benar lupa pernah menuliskannya. Tapi terkadang aku ingat saat menulis itu, kenapa aku bisa nulis seperti itu, apa yang membuatku menulis seperti itu, apa yang mempengaruhiku, apa yang kutiru, apa yang kurasakan saat itu, apa yang kupikirkan saat itu. Banyak kenangan yang lalu berkelebat di hati atau pikiran. 

Di sisi lain aku juga merasa sudah banyak berubah. Aku sudah tidak seperti dulu. Banyak yang dulu kuanggap penting sekarang tidak lagi. Sekarang sudah agak lebih dewasa. Kalau aku nggak banyak menulis mungkin aku tidak akan menyadari hal ini. Aahhh, aku jadi pengen punya temen nulis kayak pena merah lagi. Bikin lagi kuy.. 😜😜


July 14, 2019

Ternyata Aku Masih Bisa Bahagia

Beberapa tahun ini aku terlalu focus sama hal hal yang kurang menyenangkan dalam hidupku, jadinya aku merasa hidupku nggak menyenangkan, nggak membahagiakan. Aku merasa menjadi manusia yang menderita dan sengsara. Ternyata hidupku masih menyenangkan kok, setelah aku sibuk dengan hal-hal yang membuatku bahagia.

Hal yang membuat bahagia itu ternyata nggak harus bersumber dari satu atau dua hal yang besar. Misal memiliki karier yang bagus, punya teman yang asyik, punya pasangan hidup, dsb. Kadang kita (mungkin cuma aku aja sih) terlalu sibuk sama kekurangan yang kita miliki, pada hal-hal yang belum berhasil kita capai, pada perbedaan antara ekspektasi dan realita.

Karena telalu sibuk dengan semua itu, kita jadi lupa bahwa kita memiliki hal-hal lain yang juga membuat kita bahagia. Hal-hal sederhana, kecil dan nggak terlalu terlihat, yang jika kita kumpulkan jadi besar dan membuat kita sangat bahagia, membuat kita merasa bahwa kita juga istimewa. Mengingatkan kita bahwa kita juga memiliki hidup yang menyenangkan.

Apa sih yang membuatku bahagia akhir-akhir ini?

1. Menyiapkan bekal makanan
2. Olahraga (tentang nomer 1 dan 2 sudah pernah kubahas di sini)

3. Memiliki blog ini dan kenyataan bahwa aku bisa menulis. Walau masih harus banyak belajar, tapi nggak semua orang mau dan mampu menulis. Sejak nonton Drama Romance is a Bonus Book aku berniat untuk menulis lagi (review drama bisa kamu baca di sini). Dan aku juga baru teringat kalau menulis itu membuatku bahagia setelah nonton drama itu dan setelah aku berusaha menulis lagi. Insya Allah aku akan konsisten menulis walau isinya hanya curhatan nggak penting, tapi aku akan berusaha konsisten. Aku juga berencana membuat wattpad. Semoga segera. Sebenernya sudah punya tapi kuabaikan.

4. Memiliki akun publik di instagram yang memposting OOTD dan memiliki followers 2922. Keren kan? Sebentar lagi akan mencapai 3000 followers. Ini sungguh membuatku bahagia, karena nggak semua orang mampu konsisten mengelola sebuah akun publik. Dan ini aku membangunnya dari 0, benar benar dari nol. Oke, angka 3000 memang masih kecil, tapi aku yakin suatu saat akan 10.000 bahkan 100.000. Insya Allah doakan ya man teman. Dari akun kecil ini, aku akan membuat channel youtube yang membahas tentang OOTD juga. Tapi nanti, semoga bisa segera.

Kenapa sih aku baru menyadari hal hal yang membuatku bahagia ini akhir akhir ini? Karena aku mengikuti suatu komunitas -yang nggak mungkun kusebutkan di sini-. Di komunitas ini semua orang harus memperlihatkan keistimewaannya biar telihat menarik dan juga unik dibanding yg lain. Dan setelah melihat yang lain, ternyata nggak banyak yang memiliki keistimewaan seperti aku. Di situlah aku merasa aku beda, unik, dan istimewa. Dan menyadari hal itu aku merasa bahagia. Nggak papa ya agak sombong dikit? Tapi menyadari diri ini istimewa itu membuatku bahagia dan membuatku bisa lebih menghargai diri sendiri.

July 12, 2019

Tulisanku Yang Dulu

Temanku pernah bilang kalau tulisanku itu nggak diriku apa adanya. Katanya aku berusaha menjadi orang lain. Saat itu aku nggak ngerti apa maksud dia. Saat ini ketika kubaca ulang tulisan-tulisanku yang dulu, mungkin temanku ada benarnya. Untuk beberapa tulisan aku berusaha terlihat lucu dan menyenangkan. Sepertinya aku mau meniru blog-blog hits pada jaman itu. 

Menurutku, beberapa tulisan tetap terlihat diriku, tapi untuk beberapa yang lain terlihat kacau dan serasa dibuat-buat. Tapi gpp, daripada nggak pernah nulis sama sekali kan? Hehehehe...

Nah buat kamu yang mau kasih pendapat tentang tulisan-tulisanku, drop comments below!

July 7, 2019

Dulu Biasa, Sekarang Istimewa

Dulu bertemu mereka itu terasa biasa. Sekarang bertemu mereka itu luar biasa. Luar biasa susahnya sama luar biasa nyenenginnya. Siusiah banget ketemunya, kalau bukan karena ada manten, jagong bayi, lebaran, dsb kami gak bakalan kumpul bareng begini 😂😂



Dulu tiap hari ketemu, memang selalu menyenangkan, tapi kupikir itu biasa saja. Seperti biasanya hal menyenangkan yang akan selalu kutemui di mana pun. Setelah resign dan bekerja sendiri, ternyata menemukan sesuatu yang menyenangkan seperti mereka itu nggak mudah bahkan bisa dibilang susah. Setelah kami tidak bekerja di tempat yang sama lagi, mereka jadi terasa istimewa.

July 6, 2019

Ternyata Aku Menyukai Ini

Aku tidak ingat apa yang menyadarkanku pada kenyataan ini. Ternyata menyiapkan bekal makan siang membuatku bahagia. Mungkin karena terlihat sangat drama korea? Mungkin juga. Tapi kayaknya bukan karena itu, mungkin menjadi salah satu alasannya, tapi bukan itu satu-satunya alasan. Apalagi kalau aku bisa menyiapkan makanan yang menurutku sehat dan bisa makan sesuai planning yang sudah kurencanakan, aku akan sangat bahagia.

Jadi sejak aku berusaha menurunkan berat badan aku selalu membawa makan siang sendiri saat ke rumah kakakku (untuk nyari wifi gratisan dan biar ada teman kerja). Dengan membawa makanan sendiri, aku bisa mengontrol berapa kalori yang masuk ke dalam tubuh. Kayaknya itu yang bikin aku bahagia the fact that i can control myself. 

Dan baru kusadari juga bahwa olahraga membuatku bahagia. Kayaknya sok-sokan banget ya? Tapi serius aku nggak mengada-ada, dan aku baru menyadarinya hari ini. Bahagianya karena aku bisa mengalahkan rasa malas. Rasanya benar-benar puas saat bisa mengenyahkan rasa malas itu. Aku juga jadi membenci diriku sendiri ketika nggak bisa mengalahkan rasa malas. Bisa bete sepanjang hari, merasa jadi manusia nggak becus.

Jadi dua hal ini akan selalu kulakukan biar hidupku dipenuhi dengan hal-hal yang membahagiakan